Pilpres Amerika Serikat 2016

Trump Jadi Presiden Amerika, Inilah 5 Isu yang Bikin Kebat-kebit Perusahan Teknologi

Terpilihnya Trump menjadi Presiden AS bikin kebat-kebit perusahaan tekonologi seperti Microsoft, Apple, Oracle dan sebagainya. Ini 5 isu yang ditakuti

Trump Jadi Presiden Amerika, Inilah 5 Isu yang Bikin Kebat-kebit Perusahan Teknologi
antaranews/reuters/carlo allegri
Calon presiden partai Republik Donald Trump berbicara dalam kampanye di Winston-Salem, Carolina Utara, Senin (25/7/2016)

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Donald Trump resmi terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 menggantikan Barack Obama, setelah penghitungan suara Pemilu AS selesai dilakukan Rabu (9/11/2016) lalu.

Para pelaku industri teknologi di AS pun bereaksi atas kemenangan Trump. Mengingat janji-janji yang dilontarkan Trump selama kampanye banyak yang memunculkan kontroversi dan perdebatan.

Isu-isu apa yang bisa berimbas ke Silicon Valley, jantung perusahaan-perusahaan teknologi top dunia, setelah Trump terpilih sebagai presiden? Berikut rangkuman yang dibuat KompasTekno, seperti dilansir dari Silicon Beat, Kamis (10/11/2016).

1. Perdagangan bebas

Selama kampanye sebagai kandidat presiden AS, Trump pernah mengatakan akan menghentikan komitmen Trans-Pacific Partnership (TPP). Padahal, komitmen tersebut didukung oleh para pelaku industri teknologi di AS, seperti Google, Facebook, Yahoo, Amazon, Twitter, Uber, dan eBay.

TPP adalah perjanjian kerja sama multi-nasional yang bertujuan memperluas penerapan undang-undang hak kekayaan intelektual (IP) dan mengatur ulang hukum internasional dalam upaya penegakannya.

Di masa pemerintahan Obama, TPP sangat didukung. Walau mendapat kritikan keras karena bisa memperlemah regulasi AS yang selama ini dinilai sudah menguntungkan warga AS, dan melemahkan perusahaan asing.

Trump juga menulis di situs resminya soal rencana perdagangan yang akan diterapkannya. Salah satunya adalah berbunyi "menginstruksikan US Trade Representative (perwakilan perdagangan AS) mengangkat kasus-kasus yang menentang Cina".

Langkah itu disebut pelaku industri TI AS bisa merugikan perusahaan teknologi yang bisnis dan manufakturnya dilakukan di Cina, seperti Apple, Intel, HP, dan banyak lagi.

2. Energi bersih

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved