Bocah Tenggelam di Sagulung

Anggota DPRD Batam Minta Penegak Hukum Usut Kasus Bocah Tenggelam

Anggota DPRD Batam meminta pihak berwajib agar tidak mengusut kasus kejadian tenggelamnya anak di bekas galian

Anggota DPRD Batam Minta Penegak Hukum Usut Kasus Bocah Tenggelam
tribunnews batam/ian pertanian
Parit Rexvin Green Park tempat tewasnya Ivan, bocah 6 tahun warga Kavling Bukit Melati blok F RT.03/RW.05, Sagulung, Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Dapil Sagulung Dandis Rajaguguk, meminta pihak berwajib agar tidak mengusut kasus kejadian tenggelamnya anak dibekas galian proyek yang ada di Sagulung.

"Saya memang sudah mendengar informasi bahwa ada anak warga Sagulung yang tewas tenggelam di bekas galian proyek, tetapi saya tidak tahu persis galian proyek yang mana, dan peruntukannya untuk apa,"kata Dandis Rajagukguk kepada Tribun Batam, Sabtu (12/11/2016). .

Dia menegaskan dalam pengamatanya selama ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam, masih kurang dalam melaksanakan pengawasan terhadap proyek yang sudah dikeluarkan izin."Kita lihat banyak proyek yang sudah mendapatkan izin dari Pemko tetap tidak pernah diawasi, oleh sebab itu para pemilik proyek tidak peduli dengan kenyaman dan ketengan masyrakat sekitar,"tegasnya.

Dandis mengeskan, seharusnya pengusaha yang sedang mengerjakan proyek baik peruntukannya untuk industri maupun perumahan pengembang harus mengutamakan kenyaman dan ketemteraman lingkungan."Minimal sekitar proyek dibuat pembatas agar masyarakat tidak sembarangan masuk, kalau tidak dibuatkan larangan agar masyarakat berhati-hati,"terangnya.

Dia juga menegaskan selama ini banyak pengembang di yang mendapatkan alokasi lahan di Kota Batam yang tidak memperhatiakan kenyamanan dan ketengan masyarakat dilingkungannya."Hal ini juga tidak terlepas dengan pengawasan dari Pemko Batam, jika Pemko Batam serius mengawasi proyek yang ada di Kota Batam pasti para pengembang akan lebih memperhatikan kenyamanan lingkungan,"kata Dandis.

Menurutnya kejadian yang menewaskan anak-anak di bekas galian pengembang, bukanlah kesalahan dari anak tersebut."Kita tidak bisa salahkan anak-anak, yang datang berenang ke bekas galian. Namanya juga anak-anak,"katanya. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help