Bikin Merinding! Sumur Ini Sering Keluarkan Bau Wangi dan Anyir, Nekat Ambil Air Bisa Kesurupan

Sumur ini menyimpan misteri. Tak hanya keluarkan bau wangi atau anyir, mereka yang nekat ambil air sumur kadang malah kesurupan. Ini kisahnya

Bikin Merinding! Sumur Ini Sering Keluarkan Bau Wangi dan Anyir, Nekat Ambil Air Bisa Kesurupan
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI
Sumur Sritanjung Banyuwangi dipercaya sering mengeluarkan aroma wangi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Siapa yang tidak mengenal nama Banyuwangi yang saat ini menjadi nama kabupaten paling timur Pulau Jawa yang terkenal dengan julukan The Sunrise of Java.

Sebagian masyarakat mempercayai jika asal usul nama Banyuwangi berasal dari cerita legenda Sritanjung Sidopekso yang menjadi tema Banyuwangi Etho Carnival 2016 yang digelar, Sabtu (12/11/2016).

Legenda tersebut menceritakan tentang kesetian Sritanjung, istri dari Sidopekso. Cerita berawal dari pernikahan antara Patih Sidopekso dan Sritanjung.

Tidak disangka, Sang Raja Prabu Sulah Hadi Kromo ternyata jatuh cinta pada Sritanjung dan memerintahkan Patih Sidopekso untuk mengemban tugas keluar istana dengan waktu yang cukup lama.

Saat Patih Sidopekso pergi, Sang Prabu Sulah Hadi Kromo merayu Sritanjung namun ditolak karena Sritanjung menjaga kesetiaannya kepada Sang Patih.

Namun bencana muncul ketika Patih Sidopekso pulang dan sang prabu menyebar fitnah jika Sritanjung jatuh cinta pada sang prabu dan berani merayunya. Karena terbakar cemburu, Patih Sidopekso marah dan membunuh Sritanjung.

Namun sebelum dibunuh, Sri Tanjung sempat mengatakan bahwa apa yang didengar suaminya adalah fitnah. Sri Tanjung bersumpah jika dia masih setia dan mencintai suaminya dan jika dibunuh maka jasadnya mengeluarkan bau harum.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di sumber mata air dan ketika jasad Sritanjung masuk ke dalam air, semerbak bau wangi keluar dari sumber mata air tersebut sehingga lokasi tersebut dikenal dengan nama Banyuwangi yaitu "banyu" yang berarti air dan "wangi" yang berarti harum.

Walaupun cerita tersebut hanya legenda, banyak yang mempercayai bahwa peristiwa tersebut terjadi di sebuah sumur yang terkenal di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Sidopekso nomor 10 A Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Kota Banyuwangi atau tepatnya di belakang Pendopo Shaba Swagata Blambangan.

Erus Kadarisman (60), pemilik rumah yang di dalamnya terdapat sumur Sritanjung kepada KompasTravel, Jumat (11/11/2016), menjelaskan sumur tersebut masuk bagian rumahnya dan ia bangun kembali pada tahun 1970-an.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved