Terungkap, Banyak Pelaku Kriminal di Karimun Ternyata Masih di Anak-anak. Ini Langkah Pemkab

Terungkap, berdasar data kepolisian, ternyata pelaku tindak kriminal di Karimun sebagian besar masih anak-anak. Ini penjelasan kepolisian

Terungkap, Banyak Pelaku Kriminal di Karimun Ternyata Masih di Anak-anak. Ini Langkah Pemkab
tribunbatam/elhadif putra
Kyushu Marina 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Tindak kriminalitas yang dilakukan anak dapat dicegah dengan penguatan keluarga dan lingkungan.

Pengawasan yang intens dari orangtua serta faktor pendidikan tak luput mempengaruhi terlibatnya anak dengan tindak kriminal.

Seperti yang dijelaskan Kepala Sub Bidang Perlindungan anak Badan KBD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Karimun, Kyushu Marina pada Tribun. Ia menyebutkan pelaku kriminal anak didominasi oleh anak yang tidak bersekolah.

"Mungkin ada beberapa pelajar yang melakukan penyimpangan tapi jumlahnya sangat kecil," kata Kyushu yang dihubungi melalui ponselnya, Minggu (13/11/2016).

Selain itu faktor berpisahnya orangtua juga dapat menjadi faktor anak melakukan penyelewengan. Namun meski demikian, diutarakan Kyushu, apabila kedua orangtua memang terpaksa harus berpisah mereka harus tetap memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak, termasuk masalah pendidikannya.

"Penguatan keluarga sangat penting. Memang tidak semua anak yang punya kelurga utuh. Kalau memang terjadi perpisahan, harus yang sehat. Dan, jika anak tidak bersekolah setelah perpisahan orangtuanya, maka dapat melaporkan ke pemerintah," papar Khusyu.

Ditambahkannya, apabila anak sudah terlanjur melakukan penyelewengan maka peran orangtua dan lingkungan masih sangat dibutuhkan. Karena dengan diterimanya anak tersebut oleh lingkungan, akan menjadi faktor baginya untuk tidak mengulangi penyelewengan.

"Makanya setiap ada kasus kita libatkan RT atau RW-nya," ujar Khusyu.

Pelaku tindak kriminalitas yang berkategori anak di bawah umur cukup tinggi. Seperti di wilayah tugas Polsek Balai, Karimun, pelaku tindak kriminal didominasi oleh anak-anak.

Dari total kasus pidana yang ditangani oleh Polsek Balai, sekitar 60 persennya dilakukan oleh pelaku yang berusia 18 tahun ke bawah.

"Kalau dilihat dari datanya, terhitung sejak Januari hingga November 2016, sebanyak 60 persen pelaku tergolong anak-anak," kata Kapolsek Balai, Kompol Wisnu Edhi Sadono beberapa waktu lalu.

Wisnu menjelaskan jika tingginya angka tersebut dikarenakan kurangnya pengawasan dari orang tua. Ia juga menegaskan jika pelaku anak yang telah menjalani kembali melakukan tindak kriminal yang sama maka akan tetap diproses secara hukum tanpa diversi.

"Kenakalan anak karena kurangnya pengawasan dari orang tua. Seperti orang tuanya bekerja di luar negeri dan anak tinggal di tempat saudara," tambahnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved