Demo Tolak UWTO Batam

ASITA: Batam Aman-Aman Saja, Pengusaha Travel Agent Tetap Buka Layanan untuk Masyarakat

ASITA Kepri meminta kepada seluruh pengusaha yang bergerak di bidang ini untuk tetap buka.

ASITA: Batam Aman-Aman Saja, Pengusaha Travel Agent Tetap Buka Layanan untuk Masyarakat
tribunnews batam/dewi haryati
Asita Travel Fair Kepri, Jumat (7/10/2016) bertempat di Atrium Mega Mall, Batam Center. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎Beredarnya informasi ricuh dari aksi demonstrasi 'Tolak UWTO' selama tiga hari berturut-turut di Batam, ikut mempengaruhi sektor pariwisata di Batam.

Setelah sebelumnya pemerintah Singapura disebut-sebut sempat mengeluarkan travel warning ke Kota Batam, kini timbul juga imbauan untuk tutup toko yang beredar di kalangan pengusaha.

Hal itu sangat disayangkan pengurus Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA), Febri.

"Sempat ada (travel warning) cumakan sudah diklarifikasi. Nggak ada apa-apa tuh, orang demo eksekusi lahan dibilang yang lain-lain. Ada yang mau memanfaatkan situasi ini untuk membuat Batam tidak kondusif. Padahal biasa-biasa saja, demonya juga di Batam Centre," ucap Febri selaku Sekjen DPD ASITA Kepri, Senin (14/11/2016).

‎Menurutnya, dari ASITA sendiri meminta kepada seluruh pengusaha yang bergerak di bidang ini untuk tetap buka.

"Demo silahkan saja, yang namanya tutup toko itukan sifatnya cuma imbauan. Tetap kembali kepada hak yang punya usaha mau atau tidak. Kalau kami sendiri tidak akan tutup, masalahnya kan ada pelayanan yang diberikan ke masyarakat yang membutuhkan," kata dia.

Ia pun berharap para pengusaha tour and travel dapat bijaksana dalam menyikapi situasi terkini Batam.

Serta memberikan pengertian kepada para wisatawan baik lokal maupun mancanegera, bahwa situasi Batam tetap aman dan nyaman untuk berwisata.

"Kita ingin situasi tetap kondusif, jadi harus sama-sama kita jaga. Tidak ikut demo, dan tidak ikut tutup bukan berarti menyatakan setuju atau tidak setuju dengan demo. Kita yang sehari-hari di sini, cari makan di sini, harus bisa menjaga itu. Masa gara-gara demo kita nggak bisa cari makan" ucap pria yang juga pemilik Fantastik Tour and Travel Batam tersebut. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved