Bila ISIS Coba-coba Masuk Filipina, Duterte Bilang Ini

Percayalah, saya tidak akan membiarkan rakyat saya disembelih. Saya tidak akan mendiamkan itu hanya demi alasan hak asasi manusia. Itu bullshit!

Bila ISIS Coba-coba Masuk Filipina, Duterte Bilang Ini
TED ALJIBE / AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali membuat ancaman yang keras.

Setelah operasi pemberantasan narkoba besar-besaran yang kontroversial, Senin (14/11/2016), Duterte membuat ancaman baru bagi kelompok ISIS.

Duterte mengingatkan bahwa militan dan simpatisan ISIS tidak ada tempat di negaranya.

Jika ada yang coba-coba melakukannya di Filipina, ia akan menghabisi dan akan mengabaikan hak asasi manusia. Hal ini untuk menjaga rakyatnya aman.

Duterte mengatakan, provinsi Filipina selatan, Mindanao, sudah menjadi sarang pemberontak dan bandit.

Ia khawatir hal itu akan menjadi daerah tujuan kelompok-kelompok militan dari Timur Tengah.

"Setelah para teroris dari Timur Tengah tidak mendapatkan tempat untuk tidur di negaranya, mereka akan mengembara ke tempat lain dan mereka (mungkin) akan datang ke sini. Kita harus mempersiapkan diri untuk itu," katanya saat pidato di di depan lembaga penegak hukum, seperti dikutip AFP.

"Ingat, orang-orang ini tidak memiliki sedikitpun, apa yang disebut hak asasi manusia. Percayalah, saya tidak akan membiarkan rakyat saya disembelih. Saya tidak akan mendiamkan itu hanya demi alasan hak asasi manusia. Itu bullshit!" ancamnya.

Duterte sebelumnya abnyak dikecam melanggar HAM karena kebijakannya melakukan pengadilan jalanan untuk pengedar narkoba.

Setidaknya, 3.000 orang tewas oleh operasi pemberantasan narkoba itu, termasuk keluarga walikota Davao.

Bahkan, Duterte memberi hadiah bagi warga yang berani membunuh pengedar narkoba.

Tetapi Duterte tidak peduli karena baginya, ancaman kematian terhadap mengguna narkoba jauh lebih besar dibandingkan para pengedar tersebut.

Bahkan Duterte melawan siapapun yang menentang kebijakannya, termasuk PBB dan Amerika Serikat, sekutu lama Filipina di kawasan Asia Pasifik.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved