Demo Tolak UWTO di Batam

Dengar Isu Tutup Toko, Gubernur Nurdin Langsung ke Nagoya. Tetapi Ini yang Terjadi

Di Martabak HAR sendiri, kehadiran Nurdin juga membuat beberapa pengunjung heran meskipun restoran itu termasuk langganan Nurdin.

Dengar Isu Tutup Toko, Gubernur Nurdin Langsung ke Nagoya. Tetapi Ini yang Terjadi
tribunnews batam/abdul rahman
Suasana di komplek pertokoan di Nagoya, Batam hingga tengah hari, Senin (14/11/2016), masih masih lengang dari aktivitas. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kompleks pertokoan di sekitaran Nagoya masih banyak tutup ketika Gubernur Kepri Nurdin Basirun beserta rombongan tiba di pusat perekonomian Batam itu, Senin (14/11/2016) sore.

Penutupan toko tersebut terkait demonstrasi menolak UWTO yang digelar selama tiga hari, 14-16 November.

Bahkan, isu yang berkembang di media sosial di Singapura justru lebih ngawur lagi. Disebut-sebut Batam rusuh.

Gubernur beserta anggota DPR RI langsung memasuki warung Martabak HAR.

Kedatangan orang nomor satu di Kepri ini sempat menjadi perhatian karena sirine mobil polisi yang mengawal. Bahkan, beberapa pemilik toko langsung bersiap untuk menutup tokonya.

"Oh, ternyata Pak Gubernur," kata seorang pemilik toko ketika Tribun memberitahukan bahwa yang datang adalah Gubernur Kepri beserta rombongan.

Sementara di Martabak HAR sendiri, kehadiran Nurdin juga membuat beberapa pengunjung heran meskipun restoran itu termasuk langganan Nurdin.

Seorang warga Singapura yang sedang berlibur ke Batam sempat menanyakan perihal rombongan tersebut kepad Tribun Batam.

"Gubernur apa Menteri? Pasal semua pakai-pakai batik," katanya sembari bertanya.

Ia pun sempat menanyakan perihal isu-isu rusuh di Batam yang beredar melalui pesan berantai di Singapura.

Namun ia mengaku tidak khawatir dan tidak percaya dengan isu itu.

Nurdin belum bersedia diwawancara oleh wartawan yang telah menantinya karena ingin menikmati martabak yang cukup terkenal di Batam itu.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved