Siap-siap Kecewa. Ada Kemungkinan Supermoon Tak Bisa Disaksikan. Ini Sebabnya

Seluruh Indonesia sebenarnya bisa menyaksikan fenomena tersebut. Namun, ada kemungkinan supermoon batal hadir

Siap-siap Kecewa. Ada Kemungkinan Supermoon Tak Bisa Disaksikan. Ini Sebabnya
net
Ilustrasi: Bulan purnama (Supermoon). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Secara astronomi, bulan pada Senin (14/11/2016) akan mencapai jarak terdekat dengan bumi dalam 68 tahun terakhir, memicu munculnya fenomena bulan perigee atau supermoon.

Seluruh Indonesia sebenarnya bisa menyaksikan fenomena tersebut. Namun, ada kemungkinan supermoon batal hadir.

Pasalnya, kehadiran supermoon sangat dipengaruhi cuaca. Jika awan tebal atau hujan terjadi, bulan yang 7,2 persen lebih besar daripada biasanya itu takkan menampakkan diri.

Prakiraan cuaca Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geosfisika (BMKG) hari ini menyebutkan, wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan ringan hingga lebat pada Senin malam ini.

Bukan cuma Jakarta, hujan juga akan melanda sebagian besar wilayah Jawa.

Beberapa wilayah Jawa memang ada yang tak berpotensi hujan namun akan cenderung berawan sehingga bulan sulit disaksikan maksimal.

Wilayah Sumatera mulai dari Sumatera Utara hingga Lampung juga sebagian besar berpotensi hujan. Hanya Aceh yang sebagian besar berawan.

Potensi cukup besar untuk melihat supermoon mungkin hanya ada di Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, papua, dan sekitarnya. Wilayah itu sebagian besar cerah hingga berawan.

BMKG membuat prakiraan cuaca lengkap hingga level kabupaten. Anda bisa mengecek potensi cuaca wilayah Anda di tautan berikut.

Kalau pun tak bisa menikmati supermoon kali ini, tak usah terlalu kecewa. Supermoon akan hadir lagi pada 14 Desember 2016 mendatang.

Total ada 4 supermoon yang terjadi pada tahun 2016. Dengan kata lain, supermoon itu sesungguhnya fenomena biasa.

Walaupun dinyatakan lebih besar dalam 68 tahun terakhir, supermoon kali ini tak jauh berbeda dengan supermoon-supermoon lainnya. Selisihnya kurang dari 1 persen.

Walaupun begitu, jika tertarik, silakan mengamati. Anda bisa memotret dan membandingkan ukurannya dengan bulan purnama biasanya. (Yunanto Wiji Utomo)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved