Denda Menunggu Perusahaan dan Penyalur TKA, Ini Gertakan Disnaker Bintan. Patuhkah Mereka?

Disnaker Bintan menegaskan setiap perusahaan dan penyalur tenaga kerja asing lalai mengurus IMTA, sanksi denda dan evaluasi peusahaan menunggu

Denda Menunggu Perusahaan dan Penyalur TKA, Ini Gertakan Disnaker Bintan. Patuhkah Mereka?
TRIBUN BATAM/ AMINNUDIN
Dua WNA asal Singapura yang dideportasi dari Bintan, Rabu (9/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bintan menegaskan perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) benar-benar memperhatikan dokumen izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA).

Penegasan Disnaker ini setelah masih ditemukannya pekerja yang tak memiliki IMTA di Bintan.

Akhir Oktober lalu, dua TKA bermasalah asal India yang dideportasi dari Bintan karena melanggar keimigrasan setelah dicek, ternyata juga mengantongi IMTA.

Ini sangat disesalkan sebab kedua WNA bermasalah tersebut sudah lama bekerja di Bintan tanpa IMTA.

"Itu akan kita tindaklanjuti. Pelanggaran pelanggaran yang sama jangan terulang lagi," kata Kadisnaker Bintan Hasfarizal Handra, Selasa (15/11/2016).

Dia menegaskan perusahaan yang bersangkutan bisa saja dievaluasi. Begitu juga pada mitra tenaga kerja perusahaan terkait.

Mitra yang dimaksud disini yakni perusahaan penyalur TKA ke perusahaan di Bintan.

"Kita evaluasi. Berapa jumlah pekerja asing mereka, sudah pegang IMTA. Bagaimana mitra mereka (penyalur TKA)," janji Hasfarizal.

Jika masih ditemukan pelanggaran IMTA, perusahaan yang mèmpekerjakan tenaga kerja asing tersebut bisa saja terkena denda.

Disnaker Bintan sangat menekankan perusahaan yang memiliki pekerja asing perlu memastikan pekerjanya memiliki IMTA.

Halaman
12
Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved