Pria yang Hamili Dua Anak Kandungnya di Bali, Divonis 17 Tahun Penjara. Denda Rp 1 Miliar

Dalam amar putusan, majelis hakim pimpinan I Made Pasek menjatuhkan vonis pidana 17 tahun penjara

Pria yang Hamili Dua Anak Kandungnya di Bali, Divonis 17 Tahun Penjara. Denda Rp 1 Miliar
mexicoinstitute
ilustrasi sidang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Ahyar Safrudin alias Ardiani alias Pak Bima (41) yang tega menyetubuhi dan memcabuli dua anak kandungnya yang masih di bawah umur akhirnya menjalani sidang putusan dari majelis hakim, Selasa (15/11/2016) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

Dalam amar putusan, majelis hakim pimpinan I Made Pasek menjatuhkan vonis pidana 17 tahun penjara.

Pun majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa asal asal Kododua, Kabupaten Bima, NTB dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan, terdakwa Safrudin secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan kekerasan, perbuatan cabul kepada anak kandung, melakukan persetubuhan dengan anak kandung, eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual terhadap anak.

Atas perbuatannya, majelis hakim menjerat Safrudin dengan pasal berlapis yaitu primer, subsider dan lebih subsider.

"Menjatuhkan pidana kepada Ahyar Safrudin alias Ardiani alias Pak Bima dengan pidana penjara selama 17 tahun.
Menjatuhkan denda Rp 1 miliar dengan ketentuan jika tidak bisa membayar akan diganti dengan pidana 6 bulan kurungan," kata Hakim Ketua I Made Pasek dalam putusannya.

Dalam dakwaan disebutkan, sebelum melakukan aksi bejatnya itu, terdakwa yang sudah menikah sebanyak tiga kali itu membujuk istri pertamanya Nurhayati (yang sudah bercerai) asal Lombok, NTB agar mengizinkan anaknya diajak terdakwa.

Terdakwa berdalih kepada Nurhayati ingin mengajak korban R (9) ke Bima untuk disekolahkan dan dibiayai terdakwa.

Namun, faktanya terdakwa justru mengajak korban ke Denpasar.

Sesampainya di Bali, terdakwa mengajak korban R tinggal di kos Jalan Bung Tomo 15X Denpasar.

Saat korban tinggal di dalam kos itu lah, terdakwa melakukan aksi bejatnya.

Tidak hanya sekali aksi bejat terdakwa dilakukan, namun saat Safrudin pindak kamar kos di Pidada, Ubung, Denpasar, ia kembali melakukan aksi bejatnya menyetubuhi anaknya itu.

Selanjutnya, terdakwa juga melakukan aksi bejatnya dengan menyetubuhi anak kandungnya berinisial SI (15) di kamar kosnya hingga korban hamil.

Safrudin pun tega menjual darah dagingnya pada orang lain.

Sekali kencan, Safrudin memasang tarif Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu. (*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved