Tarif UWTO Ditunda, Spanduk-Spanduk 'Tolak UWTO' Dibersihkan dari Toko-Toko di Nagoya

Spanduk-spanduk penolakan UWTO yang beberapa hari terakhir ramai di pasang di depan toko-tooko yang ada di Nagoya, hari ini mulai diturunkan, Rabu.

Tarif UWTO Ditunda, Spanduk-Spanduk 'Tolak UWTO' Dibersihkan dari Toko-Toko di Nagoya
tribunnews batam/istimewa
Spanduk-spanduk penolakan UWTO yang beberapa hari terakhir ramai dipasang di depan toko-tooko yang ada di Nagoya, hari ini mulai diturunkan, Rabu (16/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-  Spanduk-spanduk penolakan UWTO yang beberapa hari terakhir ramai dipasang di depan toko-tooko yang ada di Nagoya, hari ini mulai diturunkan, Rabu (16/11/2016).

Penurunan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB oleh sejumlah pria .

Aksi penuruna spanduk ini tidak mengganggu aktivitas perdagangan di Nagoya yang sudah kembali normal.

Spanduk-spanduk penolakan UWTO
Spanduk-spanduk penolakan UWTO yang beberapa hari terakhir ramai dipasang di depan toko-tooko yang ada di Nagoya, hari ini mulai diturunkan, Rabu (16/11/2016).

Komplek Pertokoan Bumi  Indah Nagoya masih terlihat aman dan ramai oleh pengunjung.

Walau sudah tampak normal, sejumlah toko masih terlihat tutup.

Aksi penurunan spanduk 'Tolak UWTO' ini diduga terkait sudah adanya pernyataan Menko Perekonomian Darmin Nasution bahwa penerapan tarif UWTO baru ditunda sampai ada revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengaturnya.

Baca: BREAKING NEWS. Tarif UWTO Baru Ditunda. Ini Penjelasan Menko Darmin Nasution

Anggota polisi masih tampak berjaga di kawasan Nagoya.

Menurut seorang anggota polisi yang ikut berjaga, jumlah personel yang diturunkan untuk kawasan Nagoya sebanyak 90 orang.(mona)

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved