Apel Kebhinekaan di Bintan, Bupati Apri Minta Cermat Membaca Medsos

Bupati Bintan meminta warga agar cermat menyikapi informasi yang berseliweran di media sosial. Ini alasannya

Apel Kebhinekaan di Bintan, Bupati Apri Minta Cermat Membaca Medsos
tribunbatam/aminnudin
Bupati Bintan Apri Sujadi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Apel kebhinekaan cinta damai, Kamis (17/11/2016) di Lapangan Relief Antam Kijang Kota, Bintan Timur berlangsung khidmat.

Puluhan personel Polres Bintan, TNI dan tokoh masyarakat berkumpul sejak pagi sekali mengikuti gelar apel. Selain tokoh masyarakat dan personel polisi dan TNI, juga turut serta tokoh lintas agama dan organisasi kemasyarakatan.

Bupati Bintan Apri Sujadi bertindak sebagai inspektur upacara. Di tengah upacara, dia membacakan ikrar untuk saling menjaga kedamaian, kebhinekaan dan kesatuan bangsa.

Selesai menyalami peserta upacara, Apri menyatakan, setiap pihak harus objektif bertindak dan menilai persoalan bangsa saat ini. "Khususnya persoalan daerah,"kata dia.

Apri juga menyinggung isu isu dalam media sosial belakangan. Menurutnya, pembaca media sosial harus selektif melihat isu. Jika ada isu negatif yang mengarah ke perpecahan perlu dikesampingkan.

"Opini di media sosial harus secara cermat kita sikapi. Jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,"kata dia.

Arif, peserta apel kebhinekaan yang juga aktivis organisasi kemasyarakatan mengaku trenyuh melihat makin sempitnya pemahaman tentang makna perbedaan di media sosial. Yang lebih trenyuh lagi sikap itu justru dibawa bawa ke kehidupan nyata.

"Saya lihat orang makin sentimentil. Berbeda di medsos ya cukup di medsos, tapi malah terbawa sampai kehidupan nyata. Sedih sekali,"kata dia.

Dia mengaku bahkan sampai di unvite, diblokir dari pertemana di media sosial. Dan sayangnya berimbas ke kehidupan nyata.

"Ini lucu bagi saya. Maka itu, apel kebhinekaan ini wadah untuk saling merekatkan dan menegaskan tentang perbedaan. Berbeda itu indah, dan seragam itu membosankan,"katanya.

Dia mengaku mengikuti apel kebhinekaan cinta damai murni panggilan hati. Dia bisa bertemu tokoh dari berbagai latar belakang, lintas organisasi hingga lintas agama.

Sesuatu yang membuatnya makin mengerti tentang arti berbeda dan berbhineka. "Saya sepakat dengan ikrar yang tadi dibacakan, mari saling menguatkan dan bergenggam tangan,"pesannya. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved