Soal Proyek SPAM di Siantan, Inspektorat Pemkab Anambas Temukan Kejanggalan Ini

Inspektoran Pemkab Anambas telah mengantongi hasil verifikasi proyek SPAM di Siantan. Ini sejumlah temuan di proyek dengan penganggaran tahun jamak

Soal Proyek SPAM di Siantan, Inspektorat Pemkab Anambas Temukan Kejanggalan Ini
tribun/septianmuliarohman
Ilustrasi Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) di Anambas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Pengusutan proyek SPAM di Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas berlanjut. Tim inspektorat telah memverifikasi dan mengklarifikasi proyek tahun jamak itu.

"Sekali lagi saya katakan, ini butuh kecermatan. Hasil yang sudah ada kami koreksi kembali. Tim pun melakukan penyusunan sampai subuh. Rabu (16/11) kemarin, kami lakukan koreksi sampai sore," ujar Inspektur Kabupaten Kepulauan Anambas, Ody, Kamis (17/11/2016).

‎Ditemui di ruang kerjanya, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi & Informatika (Diskominfo) ini hanya tersenyum ketika disinggung mengenai hasil klarifikasi dan verifikasi terhadap proyek tersebut.

Namun ada beberapa hal yang menjadi sorotan pihak inspektorat, salahsatunya mengenai perencanaan akan proyek dengan pagu anggaran mencapai Rp 28 miliar itu.

"Mengenai detailnya tidak mungkin saya sampaikan. Namun kami menemukan ada fatal di perencanaan yang kurang matang. Apakah ada unsur kerugian negara, itu kami serahkan kepada KPK," ungkapnya.

‎Tidak hanya dalam perencanaan, pihaknya juga memberikan catatan kepada Dinas Pekerjaan Umum khususnya pada Pengguna Anggaran yang dinilai lemah dalam melaksanakan fungsi-fungsi pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Menurutnya, pejabat yang berwenang pada dinas teknis tersebut harus melakukan peninjauan ulang, khususnya pada perencanaan proyek tersebut.

Ody pun terkejut ketika mengetahui dari 10 item yang ada pada proyek tersebut, terdapat sembilan item yang mengalami addendum.

‎"Kami pun menanyakan juga kepada dinas pekerjaan umum mengapa menerima perencanaan tanpa direview kembali. ‎Begitu juga dengan konsultan pengawas. Dari awal sebenarnya sudah bisa dicegah," bebernya.

Selain turun ke lapangan, sejumlah pihak pun diakuinya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait proyek ini, seperti pejabat teknis di Dinas Pekerjaan Umum, sampai kepada rekanan termasuk konsultan dan kontraktor. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Jumat (18/11/2016)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help