Setelah 30 Tahun, Akhirnya Jasad Marcos Dimakamkan Diam-Diam dan Picu Aksi Unjuk Rasa

Pemakaman diktator Filipina, Ferdinand Marcos lewat upacara rahasis di taman makam pahlawan, Jumat (18/11/2016), memicu aksi unjuk rasa.

Setelah 30 Tahun, Akhirnya Jasad Marcos Dimakamkan Diam-Diam dan Picu Aksi Unjuk Rasa
HO / Office of Governor Imee Marcos / AFP
Pemakaman Ferdinand Marcos di taman makam pahlawan Manila, Jumat (18/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Pemakaman diktator Filipina, Ferdinand Marcos lewat upacara rahasis di taman makam pahlawan, Jumat (18/11/2016), memicu aksi unjuk rasa.

Sebagian warga Filipina menentang keputusan pemerintah karena langkah ini dianggap "memutihkan" semua dosa masa lalu sang diktator.

Jasad mantan Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang semasa hidup dikenal sebagai diktator dimakamkam sebagai pahlawan, meski upacara terkesan dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Seperti diberitakan AP, pemakaman dilakukan di taman makam pahlawan di Manila, Jumat (18/11/2016).

Mahkamah Agung Filipina, pada Selasa (8/11/2016), memutuskan Marcos bisa dimakamkan di taman makam pahlawan nasional.

Keputusan ini sangat kontroversial. Para kritikus menilai langkah tersebut digunakan untuk menghapuskan seluruh kesalahan masa lalu Marcos.

Warga Filipina menggelar unjuk rasa Ferdinand Marcos
Warga Filipina menggelar unjuk rasa menentang keputusan pemerintah memberikan mengizinkan jasad Ferdinand Marcos dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Manila.

"Seperti pencuri di malam hari, keluarga Marcos menyembunyikan informasi pemakaman mantan presiden Ferdinand Marcos dari rakyat Filipina," kata Wakil Presiden Leni Robredo.

Sesuai sistem pemlihan umum Filipina dipilih terpisah dari Presiden Rodrigo Duterte dan sang wapres Leni Robredo, juga berasal dari partai politik yang berbeda dengan presiden.

"Hal semacam ini bukan sesuatu yang baru bagi keluarga Marcos, mereka juga menyembunyikan kekayaan, pelanggaran HAM dan kini menyembunyikan pemakaman, dengan sepenuhnya pelanggaran hukum," tambah Leni.

Berdasarkan rekaman video yang diunggah keluarga Marcos ke Facebook, terlihat peti jenazah Marcos di yang ditutupi bendera Filipina diletakkan di atas sebuah kereta kuda dengan pengawalan militer.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved