Dubes Kuwait Ajak BP Batam Kerjasama untuk Membangun Ini

Ini kesempatan yang baik untuk mengenal dan mengetahui kesuksesan yang sudah dilakukan BP Batam dalam mengembangkan FTZ

Dubes Kuwait Ajak BP Batam Kerjasama untuk Membangun Ini
Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdulwahab Abdullah Al-Sager saling bertukar cendera mata dengan Deputi 5 BP Batam Gusmardi Bustami di Kantor BP Batam, Selasa (22/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdulwahab Abdullah Al-Sager menyatakan ketertarikannya terhadap Batam.

Hal itu disampaikan Abdulwahab saat memenuhi undangan Batam'>BP Batam untuk penjajakan kerjasama, Selasa (22/11/2016), di ruang Marketing Center Batam'>BP Batam.

Dalam pertemuan itu, Abdulwahab berharap ada tindak lanjut kerjasama antara kedua negara, antara Kuwait dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dengan Batam'>BP Batam.

"Ini kesempatan yang baik untuk mengenal dan mengetahui kesuksesan yang sudah dilakukan Batam'>BP Batam dalam mengembangkan FTZ," kata Abdulwahab daslam bahasa Arab yang diterjemahkan kepada wartawan.

Kedatangan Duta Besar Kuwait itu ke Batam'>BP Batam, salah satu tujuannya, memang ingin mendapat informasi terkait FTZ di Batam.

Pasalnya, Pemerintah Kuwait dalam waktu dekat juga akan mengembangkan konsep FTZ di salah satu pulau terbesarnya, Pulau Bobian.

"Kami sangat takjub dengan apa yang sudah dicapai pemerintah Indonesia dengan FTZ di Batam. Dan itu semua bisa kami ambil manfaat pengalamannya untuk diterapkan di Kuwait," ujarnya.

Abdulwahab berharap, ada kerjasama saling tukar menukar informasi investasi antara keduanya, terutama di bidang perdagangan.

Abdulwahab sempat melihat Pelabuhan Batuampar.

"Kami juga sudah melihat pelabuhan di Batam. Itu bisa kami terapkan juga di Pelabuhan Mubarak di Kuwait. Mudah-mudahan ada kesempatan lain untuk berdiskusi apa yang bisa dicapai untuk kedua negara," kata Abdulwahab.

Kunjungan Dubes Kuwait itu disambut hangat Deputi Bidang Pelayanan Umum Batam'>BP Batam, Gusmardi Bustami.

Kepada wartawan, Gusmardi mengatakan, Kuwait merupakan salah satu negara yang mempunyai pendapatan tinggi di Timur Tengah.

"Kami melihat ada potensi kerjasama dan untuk menawarkan peluang investasi agar pengusaha Kuwait menanamkan modalnya di Batam," kata Gusmardi.

Gusmardi mengatakan, dari pertemuan itu dia melihat ada sinyal Pemerintah Kuwait tertarik ingin belajar dari Batam, terutama dalam pengembangan FTZ.

"Beliau tertarik ingin belajar dari Batam. Kuwait juga akan kembangkan FTZ di Kuwait. Ada banyak pengalaman yang bisa dipertukarkan," ujarnya.

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help