Taba Heran, DPRD Kepri Getol Usulkan Interpelasi untuk Gubernur tapi Tetap Mau Diundang Makan Malam

Taba Iskandar menyayangkan sikap beberapa anggota Banmus DPRD Kepri yang langsung menerima tawaran makan bersama gubernur Kepri setelah rapat.

Taba Heran, DPRD Kepri Getol Usulkan Interpelasi untuk Gubernur tapi Tetap Mau Diundang Makan Malam
istimewa/tabah iskandar
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (baju putih kedua dari kiri) makan malam bersama anggota DPRD Kepri di Sri Rezeki, Nongsa, Batam, Senin (23/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Sejumlah anggota DPRD Kepri getol mengusulkan hak interpelasi atas kebijakan Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, belakangan ini.

Usulan itu mencuat setelah Nurdin melakukan mutasi dan rotasi para pejabat di Pemprov Kepri tanpa sepengetahuan mereka.

Badan musyawarah (Banmus) DPRD Kepri pernah mengagendakan jadwal rapat kerja dengan Nurdin akhir pekan lalu.

Namun, agenda terpaksa ditunda karena gubernur Kepri dan Sekdaprov Kepri Arif Fadillah berhalangan hadir.

"Banmus menggelar rapat lagi, Senin (21/11/2016). Semua anggota Banmus sepakat menetapkan jadwal rapat kerja jatuh pada Senin (28/11) nanti," kata Taba Iskandar, anggota Bamus DPRD Kepri, Rabu (23/11/2016) pagi.

Namun, Taba menyayangkan sikap beberapa anggota Banmus yang langsung menerima tawaran makan bersama gubernur Kepri setelah rapat.

Makan malam itu digelar di Batam pada Senin (21/11/2016) malam.

"Saya gak hafal satu per satu. Tapi kalau gak salah sebagian dari mereka yang hadir itu anggota Banmus," kata Taba melalui pesan What's App kepada Tribun Batam, Rabu pagi.

Taba sempat mengirim foto sejumlah anggota DPRD Kepri yang makan bersama gubernur Kepri kala itu.

Dia juga mengirim foto undangan gubernur Kepri.

Teks undangan itu berbunyi :

"Gubernur Kepri Riau Mengharapkan Dengan Hormat Kehadiran Bapak/Ibu Saudara/i pada acara Silaturahmi dan Jamuan Makan Malam Gubernur Kepri Bersama DPRD Kepri."

Acara makan malam itu digelar di Rezeki Seafood dan Restaurant Batu Besar Nongsa Batam. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help