Apa Kabar Bisnis Penerbitan Buku di Tengah Jepitan Era Digital Saat Ini?

Berbagai cara dilakukan penerbit buku dalam memutar roda bisnisnya yang kian seret.

Apa Kabar Bisnis Penerbitan Buku di Tengah Jepitan Era Digital Saat Ini?
tribunnews batam/dewi haryati
Keramaian di Toko Buku Gramedia, BCS Mall, Batam, Minggu (17/7/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Berbagai cara dilakukan penerbit buku dalam memutar roda bisnisnya.

Berkembangnya industri digital membuat para penerbit harus piawai mengatur strategi agar buku-buku yang mereka cetak terserap pasar.

Sebab jika tidak, buku-buku akan berakhir dibazar dengan diskon hampir 90 persen.

Rosidayati Rozalina, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat menyebut, sejak tahun 2008 beberapa anggotanya banyak yang mengurangi jumlah cetakan buku dalam sekali terbitan.

"Kalau biasanya minimal 3.000 eksemplar dalam satu kali cetak, sekarang hanya 1.000 sampai 2.000," kata Rosidayati kepada KONTAN (24/11).

Rosidayati bilang harga tersebut ikut mengerek harga jual buku lebih mahal.

Sebab, biaya cetak buku dengan metode offset akan jauh lebih murah jika kuantitasnya banyak.

Tak pelak, hal ini berimbas pada penurunan produksi buku sekitar 10 persen.

Penerbit pun harus piawai dalam membaca pasar dan memilih buku yang akan mereka cetak dan terbitkan.

Penerbit buku yang paling terpukul adalah penerbit buku teks pelajaran dan sekolah. Pasarnya praktis berkurang sejak tahun 2008.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help