WOW Fantastis, Biaya Pengamanan Donald Trump Sehari Lebih dari Rp 13,2 Miliar

Biaya pengamanan presiden AS terpilih Donald J Trump dan keluarganya menimbulkan beban bagi kota New York.

WOW Fantastis, Biaya Pengamanan Donald Trump Sehari Lebih dari Rp 13,2 Miliar
The New Yorker
Donald Trump 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK-  Biaya  pengamanan presiden  AS terpilih Donald J Trump dan keluarganya  menimbulkan beban bagi kota New York.

Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 1 juta AS atau sekitar Rp 13,2 miliar (kurs Rp 13.200) per hari dihabiskan untuk itu.

Biaya pengamanan Trump tersebut tidak akan berkurang signifikan meskipun Trump kelak pindah ke Gedung Putih.

Pasalnya, Melania Trump dan Baron, putra mereka yang kini berusia 10 tahun, diperkirakan akan tetap tinggal di rumah mereka di Trump Tower yang terletak di tengah kota Manhattan, setidaknya hingga akhir tahun ajaran sekolah.

Sementara Trump pun diperkirakan akan pulang ke rumah mereka tersebut  secara rutin, khususnya selama Melania dan Baron tinggal di situ.

Biaya pengamanan tersebut juga termasuk biaya polisi yang ditugaskan mengawal anak-anak Trump yang  sudah dewasa berikut cucu-cucunya.

Mereka semua, menurut John Miller, Wakil Komisaris NYPD bidang Intelligence & Counterterrorism, tinggal di kota dan berhak atas pengamanan Secret Service.  

"Nomor satu penting di sini adalah keselamatan dan keamanan. Kami bertanggung jawab untuk presiden terpilih, keluarganya dan timnya," kata Walikota New York Bill de Blasio dalam konferensi pers Jumat (25/11).

Namun de Blasio menambahkan, New York akan membutuhkan bantuan untuk  menutup biaya pengamanan tersebut, terutama untuk biaya lembur polisi.

"Ini upaya yang sangat besar. Ini akan memakan sumber daya yang cukup besar," kata de Blasio.

"Kami akan memulai percakapan dengan pemerintah federal secepatnya untuk penggantian beberapa biaya,"lanjutnya.

Meskipun tanggung jawab utama untuk melindungi presiden, atau presiden terpilih, berada di tangan Secret Service, namun penegak hukum setempat juga harus membantu mereka, terutama dalam mengendalikan gerakan dari masyarakat umum.

Setiap presiden memang harus mendapatkan pengamanan dari penegak hukum setempat ketika dia kembali ke rumah selama masa jabatannya.

Tapi pengamanan Trump di kota New York menjadi sangat mahal, mengingat ia tinggal di lingkungan yang paling padat penduduknya di kota terbesar di AS itu.

"Kami tidak pernah memiliki situasi di mana POTUS (presiden Amerika Serikat) akan berada di sini secara teratur," kata de Blasio.

"Rincian rencana ke depannya tidak diketahui, tetapi kami tahu pasti ini akan berlangsung lebih dari 65 hari ke depan [sampai pelantikan] ia akan berada di sini secara teratur. NYPD menghadapi sebuah tantangan dan kota New York juga menghadapi  tantangan, saya tidak ragu tentang itu," imbuhnya.

Kota New York, ujar de Blasio, telah mencari dan menerima penggantian biaya pengamanan para pemimpin dunia di masa lalu, seperti ketika kepala negara mengunjungi PBB.

Catatan menunjukkan, kota ini menerima 26 juta dolar AS sebagai penggantian biaya pengamanan  dalam 12 bulan yang berakhir 30 Juni atau sekitar 500.000 dolar AS seminggu.

Tapi fakta bahwa New York butuh biaya untuk pengamanan Trump secara berkelanjutan, belum pernah terjadi sebelumnya.

"Hal ini membuat [upaya perlindungan sebelumnya] terlihat kecil," katanya, "Kita harus membangun satu set baru aturan dasar."

Polisi telah menyiapkan barikade di sekitar Trump Tower di 56th Street dan 5th Avenue. Sementara sebuah blok di 56th Street telah ditutup dan dilarang untuk lalu lintas.

5th Avenue tetap terbuka, meskipun arus lalu lintas pada jalan raya utama itu telah terpengaruh.

Dan seiring pergerakan Trump di kota tersebut, polisi harus menutup jalan-jalan yang dilaluinya.

Misalnya, Lincoln Tunnel ditutup untuk lalu lintas pada hari Jumat sore pada jam sibuk ketika Trump dalam perjalanan menuju New Jersey. (kontan)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help