DUH, Donald Trump Umbar Ancaman Saat Rakyat Kuba Berduka atas Kematian Revolusioner Fidel Castro

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Kuba.

DUH, Donald Trump Umbar Ancaman Saat Rakyat Kuba Berduka atas Kematian Revolusioner Fidel Castro
Drew Angerer/Getty Images/AFP
Wakil Presiden terpilih AS Mike Pence, Presiden terpilih AS Donald Trump dan Mitt Romney, usai pertemuan di Trump International Golf Club, Bedminster Township, New Jersey, Sabtu (19/11/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK- Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Kuba.

Ancaman itu akan disampaikannya saat dia resmi menjabat sebagai Presiden AS pada Januari mendatang.

Trump mengatakan, keputusannya itu tergantung dari keinginan pemerintah Havana untuk meningkatkan kesepakatan menjadi lebih baik bagi rakyat Kuba, dan warga Kuba yang tinggal di AS, serta bagi AS.

Pemulihan hubungan diplomatik kedua negara, hingga dibukanya kembali kedutaan besar masing-masing telah diupayakan oleh Presiden Barack Obama.

Obama pun berkunjung ke Havana pada Maret 2016 lalu.

Namun Trump menulis pesan di akun Twitter-nya dan mengumbar ancamannya itu, 

Dia menyampaikan ancaman itu ketika ribuan warga Kuba antre untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, yang meninggal dunia, Jumat (25/11/2016) lalu.

"Jika Kuba tidak membuat kesepakatan yang lebih bagi rakyat Kuba, warga Kuba/AS, dan AS secara keseluruhan, saya akan menghentikan kesepakatan," tulis Trump.

Pada masa-masa akhir kampanye, calon presiden dari Partai Republik ini berjanji akan mengkaji kebijakan pemerintahan Obama atas Kuba.

Baca: Tengok, Beda Trump dan Obama Saat Sikapi Wafatnya Fidel Castro

Namun, di masa awal kampanye dia pernah mengaku tidak punya masalah dengan kebijakan atas Kuba.

"50 tahun sudah cukup, kawan-kawan," kata dia dalam debat televisi yang disiarkan CNN kala itu.

Kendati demikian, dalam beberapa jam setelah Fidel Castro dikabarkan meninggal dunia, Trump menyebutnya sebagai seorang diktator yang brutal.

Dalam kunjungan bersejarahnya ke Kuba, Presiden Obama mengatakan perubahan akan terjadi di Kuba dan Presiden Raul Castro -adik Fidel Castro- memahaminya.

Hubungan AS dan Kuba terputus sejak tahun 1961, pada masa Perang Dingin antara negara-negara komunis dan kapitalis. (kompas.com)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved