KUR Sudah Terserap Rp 85 Triliun tapi Pemerintah Tatap Tidak Puas. Ternyata Ini Sebabnya

Jelang akhir tahun, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp 85 triliun. Kendati begitu, pemerintah tak puas dengan penyaluran KUR.

KUR Sudah Terserap Rp 85 Triliun tapi Pemerintah Tatap Tidak Puas. Ternyata Ini Sebabnya
blog.duitpintar.com
Ilustrai kredit usaha rakyat (KUR) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Jelang akhir tahun, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp 85 triliun.

Realisasi ini mencapai 85 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

Kendati begitu, pemerintah merasa tak puas dengan penyaluran KUR tahun ini karena dinilai tak sesuai sasaran awal yang ditetapkan pemerintah.

Darmin Nasution, Menteri Koordinator bidang Perekonomian menyatakan kecewa dengan realisasi penyaluran KUR tahun ini, meskipun secara jumlah cukup besar.

Hal yang membuat Darmin kecewa adalah karena sebagian besar KUR masih mengalir ke sektor perdagangan.

Dari nilai KUR yang tersalur ke sektor mikro yang sebesar Rp 65 triliun, sebesar Rp 47 triliun di antaranya tersalur ke sektor perdagangan.

Sementara itu, sektor produksi yang selama ini diharapkan pemerintah menyerap KUR dalam jumlah besar ternyata hanya mendapatkan Rp 18 triliun.

"Agak tidak puas, karena walaupun perkembangannya tidak jelek, tapi penyaluran ke produksi tidak banyak, padahal kami mimpinya KUR ini untuk membantu sektor produksi," katanya di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Atas kejadian ini, Darmin berjanji akan akan mengevaluasi penyaluran KUR tersebut. Pemerintah akan melihat kembali desain kebijakan penyaluran KUR, termasuk untuk petani.

Menurut Darmin, pemanfaatan KUR petani memiliki skema yang rumit. Pasalnya, dengan kebijakan sekarang, petani akan mengalami kesulitan untuk mencicil KUR mereka, sebulan setelah menerima kredit tersebut.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved