Aksi Tolak UWTO di Batam

Pengusaha Kecil dan Menengah Keberatan Kenaikan UWTO 200 Persen

Menurut fungsionaris Kadin Kepri Andi Bola, pengusaha Batam yang mewakili UKM mengatakan, mereka menolak kenaikan sebanyak 200 persen

Pengusaha Kecil dan Menengah Keberatan Kenaikan UWTO 200 Persen
TribunBatam/Mona Andriani
Pameran UKM di Batam. Sektor UKM paling terpukul oleh kenaikan tarif UWTO. Foto ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Rencana kenaikan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) sebanyak 200 persen langsung ditanggapi para pengusaha di Batam.

Bagi pengusaha kecil dan menengah, kenaikan tersebut sangatlah memberatkan.

Menurut fungsionaris Kadin Kepri Andi Bola, pengusaha Batam yang mewakili UKM mengatakan, mereka menolak kenaikan sebanyak 200 persen tersebut.

"Itu memberatkan kami, jangankan 200 persen. Naik 100 persen saja kami menolak," sebut Andi yang ditemui di sela-sela Rapim II Kadin Kepri di Hotel Sahid Batam, Selasa (29/11/2016) siang.

Walaupun angka itu menurut Andi belum pasti, tetap saja menurutnya membuat pengusaha menjadi khawatir.

Sebab, kenaikan itu akan sangat berdampak pada naiknya biaya pengusaha kecil dan menengah yang rata-rata menyewa tempat.

Otomatis, naiknya UWTO akan membayar sewa toko juga naik.

"Kalau saya, karena mewakili UKM, jelas menolak. Memang belum ada pembicaraan langsung dengan pengusaha yang lain. Namun kalau untuk UKM, kami sepakat kenaikan itu cukuplah sebanyak 100 persen saja," terangnya.

Andi berharap pihak Dewan Kawasan Nasional (DKN) Badan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas dan BP Batam memperhatikan hal ini.

"Dalam situasi saat ini, lihatlah bagaimana pengusaha kecil mendapat untung.  Sangat susah. Daya beli rendah. Kalau UWTO naik, otomatis sewa tempat juga akan naik.  Saya minta hal ini juga mendapat  perhatian serius," katanya.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved