Sebaiknya Anda Tahu

Di Inggris, Tato Tak Sekadar Rajah, Tapi Juga Status Sosial. Begini Sejarahnya!

Di Inggris, tato bukan sekadar rajah di bagian tubuh melainkan sebuah simbol status sosial. Inilah sejarahnya

Di Inggris, Tato Tak Sekadar Rajah, Tapi Juga Status Sosial. Begini Sejarahnya!
intisarionline

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Jika tato di daerah lain sering diidentikan dengan tradisi preman, tidak di Inggris. Bahkan, tato di Inggris sempat jadi simbol status sosial,

sehingga menjadi trend meluas. Sejarah tato dan status sosial di Inggris muncul begitu kental pada abad ke-19.

Memang, tradisi tato sudah berabad-abad. Namun, tato memiliki makna berbeda di Inggris pada tahun 1881.

Saat itu, cucu sang ratu yang nantinya jadi Raja George V, pergi ke Jepang. George yang saat itu berumur 16 tahun, ditato di Yokohama.

Ternyata, itu tercium di Inggris dan surat kabar langsung heboh menebar rumor. Bahkan, ada yang menulis George juga mentato wajahnya.

Isu di surat kabar itu sempat membuat ibunya, Alexandra dari Denmark, menulis surat kemarahan.

Padahal, dia hanya mendapat tato di lengannya bergambar naga dengan warna tinta biru dan merah.

Tak ada tato di wajahnya. Tapi, tato di lengannya terlihat oleh publik saat dia melakukan audiensi dengan Kaisar Meiji. Sejak itu, tato menjadi semakin trend di Inggris.

Restorasi Meiji pada 1868 memang telah membuka hubungan politik dan perdagangan dengan luar, termasuk Inggris.

Banyak aristokrat Eropa yang lebih banyak dan sering ke Jepang. Dan, mereka pulang rata-rata membawa souvenir berupa tato di tubuhnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Agoes Sumarwah
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help