Mantan Presiden SBY Curhat Lagi, 'Saya Diserang dan Dihabisi Tanpa Ampun''

Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menjadi bahan perbincangan publik usai tulisannya menyebar Senin (28/11/2016).

Mantan Presiden SBY Curhat Lagi, 'Saya Diserang dan Dihabisi Tanpa Ampun''
tribunnews
SBY dan Ibu Ani 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono menjadi bahan perbincangan publik usai tulisannya menyebar Senin (28/11/2016).

Tulisan berjudul ‘Pulihkan Kedamaian Dan Persatuan Kita’ ini dimuat salah satu koran nasional.

Di media sosial khususnya Twitter, SBY menjadi trending topic dengan hastag #SBYnegarawan.

Lantas apa yang diungkapkan ayah calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono ini dalam tulisan tersebut?

Dalam tulisan itu SBY memaparkan masalah yang dihadapi bangsa ini harus segera dicarikan solusinya.

“Dalam situasi seperti ini, secara moral saya wajib menjadi bagian dari solusi. Akan menjadi baik jika saya ikut menyampaikan pandangan dan saran kepada pemimpin kita, Presiden Jokowi, agar beliau bisa segera mengatasi masalah yang ada saat ini.

Hampir selama tiga pekan, Presiden ke-6 RI itu memilih diam. Bahkan, katanya, dia menutup diri dan menutup komunikasi dengan berbagai kalangan.

"Namun, lebih dari tiga minggu ini memang saya memilih diam. Bahkan untuk sementara saya menutup komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk para sahabat, yang ingin bertemu saya (saya mohon maaf untuk itu), dari pada kami semua kena fitnah.”

SBY mengaku dirinya dan keluarga difitnah menjadi biang aksi damai 4 November lalu.

Bahkan ketika dirinya sudah memberikan klarifikasi dia masih terus diserang tanpa ampun.

Halaman
123
Editor: Sri Murni
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved