Belajar Bikin Bom Lewat Online, Ini yang Dibidik Jaringan Teroris Majalengka

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/11), mengatakan tersangka terorisme, Rio Priatna Wibawa dan tiga rekannya

Belajar Bikin Bom Lewat Online, Ini yang Dibidik Jaringan Teroris Majalengka
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Mabes Polri menunjukan barang bukti bahan peledak yang disita dari kediaman terduga teroris berinisial RPW di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (25/11/2016). 

Laporan: Theresia Felisiani

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan teroris Majalengka, Rio dan tiga rekannya belajar membuat peledak dari informasi yang dibagikan anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) asal Indonesia, Bahrun Naim, melalui internet.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (30/11), mengatakan tersangka kasus terorisme, Rio Priatna Wibawa yang ditangkap di Majalengka, Jawa Barat, 

Tiga rekannya yang lain juga ditangkap di tempat berbeda.

Bahrain Agam (ditangkap di Aceh Utara), Saiful Bahri (ditangkap di Serang, Banten) dan Hendra alias Abu Pase (ditangkap di Tangerang Selatan, Banten).

Mereka mempelajari cara membuat bahan peledak dari pelatihan melalui online.

"Bahrun Naim membagikan info-info melalui online," kata Boy. Selain itu mereka juga mempelajarinya secara otodidak dari internet.

Para tersangka berkenalan melalui media online dan mulai bertemu sejak Juni 2016.

Mereka kemudian melakukan permufakatan jahat untuk melakukan kegiatan teror di antaranya membangun laboratorium kimia di rumah Rio di Majalengka dan membuat bahan peledak.

Rio sendiri pandai meracik berbagai bahan kimia karena sebelumnya tertarik pada hal-hal berbau kimia. Ia pernah kuliah di fakultas pertanian di sebuah universitas di Majalengka.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help