Nyat Kadir: Nilai Terbesar dari Novel Limawan Vivien Adalah Semangat dan Kreatifitasnya

Dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2016. Limawan Vihien meluncurkan sebuah novel yang berjudul "Cinta Berkelas Sang Disabilitas".

Nyat Kadir: Nilai Terbesar dari Novel Limawan Vivien Adalah Semangat dan Kreatifitasnya
TribunBatam/Mona Andriani
Limawan Vihien (kanan) saat peluncuran novel "Cinta Berkelas Sang Disabilitas" bersama Anggota DPR RI Nyat Kadir dan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad serta Ketua Penyandang Disabilitas Kepri Lagalo di Gedung LAM Kota Batam, Sabtu (3/12/2016). 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dalam memperingati Hari Disabilitas Internasional Tahun 2016. Limawan Vihien meluncurkan sebuah novel yang berjudul  "Cinta Berkelas Sang Disabilitas".

 "Peluncuran buku ini untuk penyandang disabilitas dapat termotivasi untuk terus berjuang dan berkarya. Kekurangan yang ada bukanlah halangan untuk menjadi apapun" ujar Limawan saat ditemui di gedung LAM pada Sabtu (3/12) sore.

Dalam peluncuran ini hadir pula wawako Batam, Nyat Kadir selaku Ketua LAM Batam, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Yusfa Hendri, Kadinas Sosial dan Pemakaman Wan Kamaruzaaman serta SKPD lainnya.

Hadir pula Ketua Penyandang Disabilitas Provinsi Kepri Lagalo dan sejumlah penyandang disabiltas di Batam.

Acara ini juga dihadiri para siswa SMK dan SMA di Batam serta para seniman sepertiSamson Rambahpasir dan Tarmizi "Rumah Hitam".

Anggota DPR RI Nyat Kadirmengatakan, ia dan tamu yang hadir, sengaja datang untuk peluncuran novel pertama Limawan ini bukan karena kasihan, melainkan sebagai penghargaan.

Menurut Nyat, orang yang berhasil adalah orang yang memiliki semangat kreatifitas, tak peduli dengan kondisi dirinya.

Hal itu dibuktikan oleh Limawan yang berhasil menulis novel meskipun kondisinya dalam keterbatasan.

"Orang yang memiliki keterbatasan, atau berasal dari kelompok marginal kadang semangatnya lebih kuat dibanding kita.  Karena itu, Limawan adalah inspirasi bagi kita semua," kata Nyat.

Nyat tampil menghibur dengan berbagai candaannya, termasuk ketika mengulas beberapa bagian dari novel tersebut.

Limawan berharap dengan peluncuran novel ini dapat memberitahukan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitas bisa berkarya jika mereka mau menggali potensi yang ada pada dirinya.

"Isi novel cerita dan pengalaman dari teman-teman disabilitas. Dari buku yang saya baca belum ada buku untuk disabilitas. Oleh karena itu tergerak hati saya untuk menulis novel tentang disabilitas ini. Proses penulisan dan revisi isi novel kurang lebih tiga tahun" ujar Limawan yang lahir di Pulau Setokok, Batam ini.

"Buku ini juga dipersembahkan untuk gadis spesial dalam "tanda kutip" tambahnya," lalu tersenyum.

Penulis: Andriani Mona
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved