BREAKING NEWS Polresta Barelang Ringkus 7 Pengedar Sabu. Barang Buktinya Luar Biasa

Penangkapan tujuh tersangka ini dilakukan di tempat dan waktu terpisah, tetapi mereka merupakan satu jaringan bandar pengedar sabu di Kota Batam.

BREAKING NEWS Polresta Barelang Ringkus 7 Pengedar Sabu. Barang Buktinya Luar Biasa
Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika dan Kasat Narkoba Polresta Barelang Kompol Suhardi Herry mengekspose penangkapan 7 pengedar sabu, Senin (5/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jajaran Satuan Narkoba Polresta Barelang kembali membekuk jaringan pengedar narkoba di Batam.

Tujuh pelaku diringkus bersama barang bukti sebanyak 1441 gram.

Penangkapan tujuh tersangka ini dilakukan di tempat dan waktu terpisah, tetapi mereka merupakan satu jaringan bandar pengedar sabu di Kota Batam.

Dalam ekspose yang dilakukan Polresta Barelang, Senin (5/12/2016) siang, empat pelaku ditangkap di kawasan Sagulung, 25 November 2016 lalu.

Empat orang yang ditangkap berinisial ZI, IMU, SAS dan KAH.

"Keempat pelaku merupakan warga Batam. Ada yang tinggal di Tanjunguma dan Bengkong. Namun mereka kita tangkap di Sagulung setelah kita melakukan pengintaian beberapa hari," sebut Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika.

Dari empat tersangka, polisi mengamankan barang bukti sabu sebanyak 1000,3 gram.

Sabu yang yang akan diedarkan tersebut adalah sabu mili berjenis sabu tebu yang kualitasnya lebih baik dibandingkan sabu biasa.

Dari penangkapan empat orang tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan kasus.

Sekitar 1 Des 2016 lalu, polisi kembali menangkap dua orang tersangka berinisial ABD dan MI.

Penangkapan juga dilakukan di Sagulung.

Dihari yang sama, polisi kembali menangkap seorang tersangka lagi berinisial SF.

"Dari dua tersangka kita amankan sabu sebanyak 240 gram dan dari SF ditangkap terakhir kita amankan sabu 198 gram," sambungnya.

Selain sabu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa handphone dan juga uang tunai.

Akibat perbuatan tersebut tujuh tersangka dikenakan pasal 114 dan 132 UU narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved