Ranperda Sistem Kesehatan Daerah, Pansus DPRD Batam Minta Tambahan Waktu

Pansus Sistem Kesehatan Batam meminta tambahan waktu 30 hari guna penyelesaian Ranperdanya. Ini alasannya

Ranperda Sistem Kesehatan Daerah, Pansus DPRD Batam Minta Tambahan Waktu
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi ruang sidang DPRD Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Kesehatan Daerah Kota Batam meminta tambahan waktu 30 hari.

Itu untuk penyempurnaan pembahasan ranperda sebelum dibawa ke rapat pimpinan, selanjutnya disahkan dalam paripurna DPRD Kota Batam.

Juru bicara pansus, Fauzan mengatakan, setidaknya ada 23 hal yang perlu dikaji lebih lanjut dari ranperda tersebut. Sementara waktu yang diberikan tidak mencukupi.

"Ada banyak hal yang perlu dikaji lebih mendalam. Makanya kami minta tambahan waktu untuk dibahas lagi 30 hari," kata Fauzan, Senin (5/12/2016), usai rapat paripurna laporan pansus ranperda tentang sistem kesehatan daerah di DPRD Kota Batam.

Dia menambahkan, sebelumnya pansus sudah melakukan pembahasan ranperda bersama sejumlah stake holder.

Seperti dengan Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Seluruh Rumah Sakit, PMI, akademisi, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja. Termasuk juga dari Kejaksaan Negeri.

"Kami juga sudah berkonsultasi dengan biro hukum Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Dari hasil konsultasi itu, ada dua hal penting yang perlu ditindaklanjuti. Pertama menyangkut isi judul. Kedua, terkait isi materi.

"Masalah judul, dari Kementerian Kesehatan menyarankan agar judulnya diubah. Karena khawatir daerah hanya sekedar melaksanakan kebijakan sistem kesehatan," ujarnya.(*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Selasa (6/12/2016)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved