50 Ribu Ekstasi yang Masuk Batam, Sebagian Dikirim ke Jakarta untuk Malam Tahun Baru

"Ini membuktikan komitmen kami untuk tetap melaksanakan pemberantasan narkoba. Kalau kemarin sudah dirilis 1,4 kg sabu, sekarang pil ekstasi

50 Ribu Ekstasi yang Masuk Batam, Sebagian Dikirim ke Jakarta untuk Malam Tahun Baru
Tribun Batam/ Anne Maria
Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Kapolresta Barelang Kombes Helmy Santika dan Direktur Narkoba Polda Kepri Kombes Jamaludin merilis penangkapan 50 ribu ekstasi tangkapan Satnarkoba Polresta Barelang, Selasa (6/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ruslan bin Jais (43) dibekuk saat membawa tas berisi puluhan ribu narkorba berupa pil psikotropika atau lebih dikenal dengan ekstasi.

Pria ini diamankan pada Minggu (4/12) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB di Pelabuhan Pantai Stres, Batuampar, Batam.

Tersangka mencoba memanfaatkan situasi kesibukan anggota polisi yang sedang mencari korban jatuhnya pesawat M28 Skytruck di Perairan Lingga, Sabtu lalu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti di Perumahan Citra Batam tersebut mengaku mendapatkan barang haram itu dari warga negara asing bernama Mohan.

"Mohan orang Malaysia. Mohan ini yang mengirim barang ini menggunakan speed di OPL (perairan internasional)," kata Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian saat ekspos di Polresta Barelang, Selasa (6/12).

Dari tersangka diamankan barang bukti berupa 20 ribu butir ekstasi berlogo B29 berwarna biru, 10 ribu butir ekstasi berlogo B29 berwarna merah, dan 19.930 butir ekstasi berwarna hijau kuning.

"Di dalam plastik ekstasi hijau kuning ini bahkan ada paket-paket plastiknya lagi untuk diedarkan. Sebagian barang ini rencananya akan dikirim ke Jakarta untuk persiapan malam tahun baru," tuturnya.

Ekstasi tersebut berharga Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu per butirnya.

"Yang hijau kuning ini harganya lebih murah," ujarnya.

Tersangka Ruslan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 JO pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman seumur hidup, paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Sam menyatakan, kasus peredaran narkotika ini menjadi perhatian bersama. Pra pelaku banyak memanfaatkan kondisi duka di Polda untuk melakukan kejahatan.

Namun untungnya, para anggota kepolisian tetap waspada.

"Ini membuktikan komitmen kami untuk tetap melaksanakan pemberantasan narkoba. Kalau kemarin sudah dirilis 1,4 kg sabu, sekarang pil ekstasi. Ini kerjasama semua pemangku kegiatan. Jadi, kalau kemarin semua tanya kemana tuh barang-barang, sabar bung. Kita kan ada prosesnya. Jangan-jangan yang tanya itu anggota jaringan lagi," seloroh Sam.

Berasal dari Malaysia, butiran pil haram itu masuk masih menggunakan cara-cara tradisional yakni memanfaatkan banyaknya pelabuhan rakyat di Batam.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved