Petani yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri Divonis 4 Bulan 10 Hari Penjara

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara satu tahun

Petani yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri Divonis 4 Bulan 10 Hari Penjara
Kompas.com Bengkulu/ Firmansyah
Nurdin saat menjalani sidang putusan di Oengadilan Negeri Tais, Seluma, Bengkulu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BENGKULU - Nurdin (60), seorang petani di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang dituduh mencuri buah kelapa sawit milik PT Agri Andalas dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tais, Senin (6/12/2016).

Nurdin dijatuhi penjara 4 bulan 10 hari.

Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara satu tahun.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim, Yudhistira Adi Nugraha menilai, terdakwa Nurdin, sesuai keterangan beberapa saksi, terlihat mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan menggunakan egrek.

"Buah kelapa sawit tersebut diangkat menggunakan motor yang dilengkapi jaring dari kebun milik perusahaan ke kebun milik terdakwa."

"Aktivitas terdakwa lalu disergap beberapa petugas kemanan perusahaan yang sedang melakukan patroli," kata Yudhistira dalam pembacaan amar putusan.

Dalam amar putusan juga disebutkan bahwa terdakwa mengajukan tiga saksi, namun ketiga saksi tersebut tidak ada yang melihat secara langsung apakah Nurdin melakukan pencurian atau tidak.

Sementara itu, beberapa saksi dari pihak perusahaan di persidangan dan di bawah sumpah mengaku melihat Nurdin mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan dari jarak 30 meter.

Adapun tandan sawit yang dicuri sebanyak 24 tandan.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan, Nurdin diberatkan karena merugikan PT Agri Andalas dan menghambat laju investasi.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help