Pemenang Olimpiade Matematika di Malaysia Itu Ternyata Anak Penjual Sayur

CLC Kundasang merupakan salah satu sekolah yang didirikan Pemerintah Indonesia untuk anak-anak Indonesia yang ada di Sabah, Malaysia

Pemenang Olimpiade Matematika di Malaysia Itu Ternyata Anak Penjual Sayur
Kompas.com/David Oliver Purba
Pono Marten dan keluarganya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SABAH - Dia hanya anak penjual sayur yang hidupnya pas-pasan.

Bahkan, anak berusia 14 tahun itu juga ikut membantu menjual sayur jika libur.

Namun, dia memiliki otak cemerlang dan menjadi juara Olimpiade Malaysia. Dia tak lain Pono Marten.

Di dalam sebuah bangunan bertingkat dua, Pono Marten terlihat asyik bermain bersama teman sebayanya.

Canda tawa terdengar hingga ke pekarangan bangunan yang juga merupakan tempat Pono dan temannya mengenyam pendidikan.

Pono merupakan salah satu murid di Community Learning Center (CLC) Kundasang, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

CLC Kundasang merupakan salah satu sekolah yang didirikan Pemerintah Indonesia untuk anak-anak Indonesia yang ada di Sabah, Malaysia.

Pono saat ini berusia 14 tahun. Dia duduk di bangku kelas III SMP.

Tubuhnya tak terlalu tinggi, tak pula terlalu pendek. Warna kulitnya kuning langsat seperti orang Indonesia kebanyakan.

Namun, yang membedakan ialah otaknya yang "encer" dibanding anak seusianya.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved