Nasabah BNI Dibobol di Karimun

Polda Kepri Segera Bentuk Tim Selidiki Pembobolan Rekening Nasabah di Karimun

Budi pun mengaku greget akan mengupas kasus itu. Namun, sesuai aturan, masyarakat atau pihak bank harus melaporkan kasus ini ke kepolisian

Polda Kepri Segera Bentuk Tim Selidiki Pembobolan Rekening Nasabah di Karimun
Tribun Batam/elhadif putra
Sejumlah nasabah mendatangi Kantor Cabang Bank BNI Karimun di Meral, mempertanyakan kasus pembobolan dana nasabah, Selasa (6/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Direktur Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto belum mengetahui kasus pembobolan rekening bank nasabah BNI Cabang Tanjungbalai Karimun.

"Belum tahu saya. Kapan itu? Wah menarik juga kasus itu. Coba cek," kata Budi langsung memerintahkan anggotanya menanyakan kepada Polres Karimun, saat dijumpai di halaman RS Bhayangkara Nongsa, Selasa (6/12) siang.

Tak lama kemudian, Budi langsung mengkonfirmasikan hal itu setelah mendapat informasi dari Polres karimun.

"Oh katanya benar. Dari sekian orang yang terkena pembobolan cuma satu yang mengadu. Tapi bukan melapor, ya, hanya sebatas mengadu saja ke polisi," tambah Budi.

Budi pun mengaku greget akan mengupas kasus itu. Namun, sesuai aturan, masyarakat atau pihak bank harus melaporkan kasus ini ke kepolisian, agar bisa ditindaklanjuti.

"Harus lapor dulu donk, ini kan delik aduan," tuturnya.

Meski begitu, kata dia, pihaknya dalam waktu dekat akan koordinasi dengan tim cybet crime Polda Kepri untuk membentuk tim khusus mengungkap kasus itu.

"Tak tertutup kemungkinan kami bentuk tim khusus. Ini bahaya juga kalau dibiarkan," katanya.

Budi menyarankan agar pihak-pihak yang dirugikan melaporkan hal ini ke polisi karena kepolisian memiliki alat dan pengalaman dalam mengungkap kasus-kasus seperti ini.

Apalagi, jika pelakunya di luar negeri, hal ini nanti akan melibatkan interpol.

Ketika ditanya terkait praktik-praktik cyber crime ini, Budi mengatakan, banyak cara yang dilakukan pelaku.

Bisa mengkopi langsung nomor PIN seseorang atau bisa juga melalui jaringan internet dengan bantuan alat yang bernama injection SQL atau sejenisnya.

"Berbagai cara itu biasanya. Biasanya bahasa program itu banyak. Data ini yang mereka ambil. Nantilah, kami koordinasi dulu sama cyber crime Polda ya," tambahnya.

Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved