Haruskah Membedakan Pola Didik Anak Laki-laki dan Perempuan?

Orang yang paling berpengaruh dalam masa perkembangan anak-anak adalah orangtua dan para guru di sekolah.

Haruskah Membedakan Pola Didik Anak Laki-laki dan Perempuan?
tabloidnova.com/MOMSXYZ
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM- Orang yang paling berpengaruh dalam masa perkembangan anak-anak adalah orangtua dan para guru di sekolah.

Berkaitan dengan isu kesetaraan jender yang sedang berkembang di masyarakat, pola asuh orangtua pada anak perempuan dan lelaki juga menjadi perhatian para pendidik.

Hal itu diungkapkan oleh Donna Suwita Hardiyani, Kepala Divisi Kedaulatan Perempuan untuk Seksualitas Solidaritas Perempuan, bahwa jangan ada yang membedakan antara anak perempuan dan laki-laki.

"Kalau terhadap anak, saya setuju dari kecil sudah tidak dibedakan antara anak laki-laki dan perempuan," tutur Donna Suwita Hardiayani, saat ditemui usai Seminar Publik: Akuntabilitas Pelibatan Laki-laki dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Menurut Donna, membiasakan pola asuh yang demikian tentu harus bekerja sama dan didukung oleh institusi pendidikan.

Tujuannya supaya tidak ada kenangan aksi membedakan antara anak perempuan dan laki-laki pada saat usia tumbuh kembang mereka.

Sebab, segala hal yang terjadi pada anak di usia tumbuh kembang bisa memengaruhi emosional dan pola pikir saat dewasa.

Oleh karena itu, para orangtua diimbau untuk menerapkan pola asuh yang tidak membedakan jender dalam keluarga.
 
(kompas.com, Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved