PT Timah Klaim Cadangan Bijih di Perairan Pongkar Berkualitas, Ini Penjelasannya

PT Timah Wilayah Kerja Kepulauan Riau dan Riau eksplorasi bijih timah di perairan Desa Pongkar. Ini kualitasnya

PT Timah Klaim Cadangan Bijih di Perairan Pongkar Berkualitas, Ini Penjelasannya
Tribun Batam/Rachta Yahya
Kapal Isap Pasir (KIP) timah berukuran raksasa milik PT Timah Tbk Unit Prayun, Kundur Barat yang tenggelam di sekitar perairan Sekumbang, Prayun, Kecamatan Kundur Barat belum dievakuasi ke darat 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-General Manager (GM) PT Timah Wilayah Kerja Kepulauan Riau dan Riau, Dani Virsal membenarkan pihaknya tengah berupaya melakukan aktivitas eksplorasi bijih timah di sekitar perairan Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Namun begitu, Dani menyebut hal tersebut masih sebatas uji coba teknologi dengan hasil belum memuaskan. Meski begitu, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada mitra PT Timah untuk terus berupaya.

“Iya tapi masih sebatas uji coba, masih menyempurnakan teknologi, hasilnya belum (puas) tapi mereka (mitra PT Timah, red) belum putus asa, masih kami beri kesempatan, ayo sama-sama biar sumber daya alam yang ada itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Dani di Tanjungbalai Karimun, belum lama ini.

Dani mengakui kandungan bijih timah di sekitar perairan Desa Pongkar tersebut terbilang bagus dan hal itu salah satu faktor pihaknya bersedia melebarkan daerah operasi ke utara pulau Karimun Besar itu.

Meski begitu, Dani juga menyebutkan kondisi alam di sekitar perairan tersebut kondisi teknis alamnya juga cukup sulit seperti arus yang kuat.

Sulitnya alam Karimun juga dikatakan Dani sebagai penyebab banyaknya Kapal Isap Produksi (KIP) PT Timah Kundur yang beralih ke Bangka Belitung (Babel). Saat ini KIP yang masih beroperasi di wilayah Karimun dan Kundur sebanyak 20 unit, sedangkan kapal keruk hanya dua unit, kesemuanya milik mitra PT Timah Kundur.

“Kandungannya bagus, cuman agak sulit saja. KIP kami sudah banyak yang pindah ke Bangka Belitung dikarenakan kondisi teknis alam yang berat, arus yang kuat, transportasi yang susah tapi itu biasa lah, dinamika usaha, tidak mungkin mulus terus, untung terus, sekali-kali di bawah” terang Dani. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Senin (12/12/2016)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved