Bintan Banyak Sahkan Perda, Eksekusi di Lapangan Melempem. Warga: Perda Malah Kalah dari Perbup!

Bintan banyak lahirkan Perda, tapi eksekusi di lapangan melempem! Ini curhat warga di Bintan

Bintan Banyak Sahkan Perda, Eksekusi di Lapangan Melempem. Warga: Perda Malah Kalah dari Perbup!
tribunnewsbatam/ muhammad ikhsan
Suasana Gedung Baru DPRD Bintan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Efektifitas Peraturan Daerah (Perda) yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan dinilai masih melempem.

Banyak Perda yang dinilai tidak efektif dan tidak berjalan akibat kurang dilibatkannya masyarakat.

Sepanjang tahun 2016, DPRD Bintan telah mengesahkan 10 Perda. 10 Perda tersebut diselesaikan secara bertahap dan yang terakhir kali disahkan DRPD Bintan Perda tentang Anggararan Pembiayaan Belanja Daerah (APBD) Bintan tahun 2017.

"Kita berharap Perda-perda yang disahkan sepanjang 2016 ini bisa lebih efektif dari tahun kemarin. Perda pajak atau retribusi daerah malah tak begitu efektif di lapangan. Justru Perbup (peraturan bupati) yang justru digunakan di lapangan, jadi apa gunanya Perda,"kata Hasmadi, warga Tanjunguban, Selasa (13/12/2016).

Dewan juga diminta aktif mensosialisasikan Perda yang telah disahkan ke masyarakat agar diketahui. Dengan demikian masyarakat bisa mengawasi pelaksanaannya.

Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang retribusi umum, misalnya, yang sudah disahkan DPRD Bintan bahkan tak dikenali bentuk dan isinya oleh masyarakat.

"Ada kesan, problem retribusi ini terihat samar. Hingga saat ini, Perda tersebut tak kami tahu isinya. Kami mohon sekali disosialisasikan agar kita juga masyarakat bisa turut mengawasi,"ucap Ahmad, warga Kijang, Bintan Timur.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Bintan Agusnawarman menyebutkan, DPRD Bintan mengesahkan 4 Perda sekaligus diantaranya Perda tentang perubahan ketiga Perda Nomor 1 tahun 2011 tentang pajak daerah. Perda tentang perubahan Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang reteibusi jasa umum, Perda Nomor 1 tahun 2016 tentang kawasan bebas rokok dan terakhir Perda tentang APBD Bintan tahun 2017.

Memang setiap tahun Ranperda yang terakhir disahkan yakni Ranperda tentang APBD Bintan tahun 2017, seperti biasa kata Agus, pengesahan Ranperda APBD Bintan disahkan cepat cepat demi mengejar target. Dan itu harus dipertahankan. "Kita ini bahkan yang tercepat di Kepri, itu harus dipertahankan,"kata dia.

Ia pun berharap, tahun 2017 nanti DPRD Bintan seperti tahun sebelum-sebelumnya tetap cepat agar target tercapai. "Tentu saja harus dipertahankan, kalau tahun ini bisa 10 Perda disahkan, tahun depan mudah-mudahan bisa 11 atau 12 Perda yang disahkan," kata Agus. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved