Harga Sembako

Dalmasri Tak Ingin Warga Bintan Kepedasan Lagi oleh Harga Cabe

Soalnya, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Kepri, cabe merah merupakan komoditas paling dominan menyumbang inflasi November.

Dalmasri Tak Ingin Warga Bintan Kepedasan Lagi oleh Harga Cabe
TRIBUN BATAM/ AMINNUDIN
Bank Indonesia Kepri melakukan panen cabe dalam program bantuan pengembangan Hortikultura di lahan panen SMKN 3 Bintan, Selasa (15/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menggelar rapat terbatas dengan sejumlah Kepala SKPD Bintan, Selasa (13/12) di Kantor Bupati Bintan.

Rapat membahas rencana jangka pendek, mengantisipasi gejolak harga di pasaran mendekati libur natal dan tahun baru 2017.

Dari pembicaraan harga dan pengawasan, rapat mengerucut pada satu topik, yakni cabe merah.

Kenapa cabe merah?

Soalnya, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Kepri, cabe merah merupakan komoditas paling dominan menyumbang inflasi November.

"Hampir di seluruh wilayah Kepri, komoditas cabe merah merupakan komoditas penyumbang inflasi yang paling tinggi, dan rata-rata laju Inflasi Kepri hingga November mencapai 0,79% (month to month)," kata Dalmasri mengutip laporan BI.

Sementara komoditas lain, Kepala Badan Penyuluh Ketahanan Pangan Bintan mengatakan juga sebetulnya mengalami kenaikan, namun masih terkontrol.

"Berbeda dengan cabe yang kenaikannya sangat tinggi," kata dia.

Stok untuk beberapa komoditas, katanya, sedikit menipis. Namun untuk komoditas pokok, beras dan gula masih aman.

"Beras dan gula aman. Komoditas lainnya sedikit menipis namun masih tertangani hingga akhir tahun ini," kata dia.

Khairi memastikan, akan menjalankan intruksi Wabub Bintan untuk memberikan laporan secara berkala terkait pangan. Dia juga siap meningkatkan pengawasan di lapangan. "Siap siap, sangat siap. Kami akan memberikan laporan berkala dan pengawasan,"kata dia.

Penulis: Aminnudin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved