Gempa di Aceh

Pengungsi Gempa Pidie Jaya Aceh Banyak yang Alami Diare, Flu dan Demam

Rumah yang mulai beroperasi sejak 9 Desember 2016 itu melayani ratusan pasien rawat jalan setiap hari

Pengungsi Gempa Pidie Jaya Aceh Banyak yang Alami Diare, Flu dan Demam
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Warga korban gempa mengungsi sementara di Masjid Jami Al-Istiqamah Rhieng di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie jaya, Aceh, Kamis, (8/12/2016). Gempa-gempa susulan yang masih terjadi sejak kemarin membuat seluruh warga yang menetap di Kabupaten Pidie Jaya memanfaatkan masjid sebagai tempat tinggal sementara. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PIDIE JAYA - Mayoritas pengungsi yang berobat ke Rumah Sakit Lapangan milik TNI di Desa Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, terkena penyakit diare, flu dan demam.

Rumah yang mulai beroperasi sejak 9 Desember 2016 itu melayani ratusan pasien rawat jalan setiap hari.

Wakil Kepala Kesehatan Kodam Iskandar Muda Letkol CKM dr Susanto M Kes, dihubungi Kompas.com, Selasa (13/12/2016), menyebutkan, sejak rumah sakit itu berdiri, mereka telah melaksanakan operasi minor untuk 67 pasien.

“Kalau sekarang tidak ada yang operasi, karena Rumah Sakit Pidie Jaya sudah berfungsi kembali.

Sebelumnya kan rumah sakit itu lumpuh. Jadi, kita melayani pasien yang rawat jalan saat ini,” sebut Susanto.

Dia menambahkan, setiap hari sekitar 300 pasien lebih berobat ke rumah sakit itu.

Keluhan pasien umumnya demam, diare, flu dan sakit kepala.

Ada juga masyarakat yang lanjut usia mengeluh kolesterol dan darah tinggi.

“Saat ini, tim dokter kita mencukupi untuk menangani pasien yang berobat. Tidak ada kendala berarti,” terangnya.

Saat ini, puluhan pasien masih dirawat intensif di rumah sakit yang berkapasitas 100 tempat tidur dan dilengkapi ruang operasi minor.

“Pelayanan terus kita berikan untuk masyarakat korban gempa secara gratis,” pungkas Susanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa magnitudo 6,5 meluluhlantakan Pidie, Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen pada 7 Desember 2016.

Akibatnya 102 orang tewas, puluhan ribu pengungsi dan ratusan bangunan hancur.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved