Biasanya Jualan Cabai, Udin Mendadak Jualan Jagung. Akhirnya Ditangkap Polisi. Ini Penyebabnya!

Udin dan dua rekannya ditangkap polisi lantaran diduga mencuri jagung milik petani di Toapaya. Ini kejadiannya

Biasanya Jualan Cabai, Udin Mendadak Jualan Jagung. Akhirnya Ditangkap Polisi. Ini Penyebabnya!
shutterstock
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Tim Reskrim Polsek Gunung Kijang meringkus tiga terduga pelaku pencurian jagung milik petani lokal di Toapaya.

Pelaku pertama yang diringkus, adalah Udin (38). Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang Iptu Edward L Manik, mengatakan si Udin ini adalah otak pelaku pencurian jagung. Tak main main jagung yang digasak Udin, ada 192 kg.

"Ada 192 Kg jagung yang diambil tersangka di salah satu kebun,"kata dia, Kamis (15/12/2016).

Oleh Udin, jagung itu dijual ke pelaku Dedi dengan harga Rp 4.500 per kilo. Oleh Dedi, jagung itu dijual kembali pada Feldi Rp 5.200 per kilonya. Dari sinilah, Dedi dan Feldi ikut-ikutan dijerat kasus hukum terkait jual beli barang hasil curian.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendri menambahkan, khusus Feldi dan Dedi dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan.

"Dua orang (Dedi dan Feldi) kita sangkakan Pasal 480 KHUP karena sebagai penadah hasil curian," ungkap Hendrial.

Hendri mengatakan, kasus ini masih terus diselidiki intensif. Sebab ada dugaan mereka bekerja secara sindikasi alias berjaringan. "Ada dua tepanya yang lagi sedang diselidiki,"kata dia.

Dedi, yang gara gara peristiwa jual beli jagung itu dia jadi terseret hukum mengungkapkan sangat menyesal. Kalau saja dia tak membeli jagung yang ditawarkan Udin, nasibnya tidak akan berakhir begini. "Menyesal bang, sungguh menyesal, aduh, gara beli jagung si Udin kita jadi begini,"kata dia dengan nada penuh penyesalan.

Dja mengaku tidak mengetahui barang yang dijual tersangka Udin adalah hasil kejahatan pencurian. Ia hanya mengetahui jagung yang dijual dengan harga murah oleh tersangka Udin merupakan hasil panen tempat tersangka Udin bekerja. "Jadi dia (Udin-red) ngaku kepada saya itu (Jagung) barang dari bagi hasil dengan bosnya," tutur Dedi.

Feldi pun demikian, dia tak menyangka bakal ikut terjerat kasus penadahan jagung gara gara beli jagung dari Dedi, sang langganan sehari hari. "Saya sudah biasa ngambil jagung sama dia (Dedi), tapi saya heran biasanya itu yang dijual cabai dan sebagainya, tapi kok sekarang memdadak dia jual jagung," tutur Feldi merasa keheranan. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved