Sengketa Perburuhan di Bintan

Kasus Yasin Mencuat, Warga Kritisi Disnaker Bintan. Ini Sentilan Warga!

Mencuatnya kasus Yasin, pekerja subkon di PT BAI di Bintan, mengundang warga mengkritik kinerja Disnaker Bintan. Ini sentilan warga

Kasus Yasin Mencuat, Warga Kritisi Disnaker Bintan. Ini Sentilan Warga!
Tribunnewsbatam.com/Muhammad Munirul Ikhwan
Hasfarizal Hendra, Kepala Disnaker Bintan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan diminta memperketat pengawasan penerapan konsep K3 di perusahaan perusahaan berbasis kotruksi. K3 adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Kasus pemutusan hubungan kerja sepihak yang dialami Muhammad Yasin oleh subkon proyek dermaga PT BAI, Rabu (14/12/2016) mengungkapkan banyak hal.

Pengusaha atau kontraktor masih sering mengabaikan keselamatan pekerjanya. Diduga, praktek praktek demikian sering terjadi namun terkesan dibiarkan.

"Disnaker harus berani turun tangan menindak pelanggaran terhadap itu. Pekerja adalah manusia, wajib mendapat perlindungan safety, apalagi di lokasi kerja yang sifatnya kontruksi dan berat,"ujar Husnazar, warga Gunung Kijang, Kamis (15/16/2016).

Hus mengatakan, pengalaman dia bekerja di proyek proyek kontruksi hal itu dianggap sudah biasa.

Dia terkejut, subkon mengabaikan keberadaan itu. Dalam kasus M Yasin, bahkan lebih memiriskan lagi. Pekerja las (welder) itu selain tak disiapkan peralatan safety memadai, semisal sarung tangan, dia juga bekerja dalam tekanan namun tak disertai perjanjian kerja.
Akibat minimnya itu, tangannya kesetrum dan tersengat. Ketika dia meminta ganti sarung tangan baru, subkon proyek menghadiahinya pemecatan tanpa tedeng aling aling.

Proyek dermaga buatan di lokasi hasil reklamasi laut Kalang Batang yang sedang dikerjakan oleh M Yasin dan puluhan pekerja lepas lain itu progressnya hampir rampung. Rencananya dermaga itu untuk kegiatan sandar kapal tongkang. Yasin bertugas sebagai welder untuk pemancangan tiang tiang kontruksi jembatan.

Kepala Disnaker Bintan Hasfarizal Handra menegaskan, dalam kasus M Yasin yang dipecat lantaran permintaan jaminan perlatan safety mengungkapkan, pihaknya menunggu laporan tertulis. Dia juga menegaskan siap melakukan inspeksi lapangan mengecek kelengkapan safety di proyek proyek terutama yang berkaitan dengan kontruksi.

"Buat pekerja, sekali lagi kami tekankan, jika ada pelanggaran jaminan perlindungan keamanan kerja di lokasi proyek, di manapun, langsung laporkan ke Disnaker. Tentunya sesuai mekanisme yang ada, seperti membuat laporan,"kata Hasfarizal.

Mengenai isu sang mandor asal Cina di perusahaan tersebut yang tak memiliki dokumen legal bekerja di Indonesia Hasfarizal juga meminta agar sebaiknya itu juga dilaporkan. Karena jika itu benar adanya hal itu sudah melanggar.

"Pokoknya apapun itu, laporkan, kalau menemukan ada indikasi itu, kita siap proses,"kata dia. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help