Perangi Pungli di Tanjungpinang, Lis Segera Bentuk Tim Saber. Nomor Ponselnya Siap Dikontak!

Walikota segera bentuk Tim Saber Pungli di Tanjungpinang. Lis mengaku siap dikontak ponselnya jika warga temukan pungli

Perangi Pungli di Tanjungpinang, Lis Segera Bentuk Tim Saber. Nomor Ponselnya Siap Dikontak!
ISTIMEWA/HUMAS PEMKO
Wako Lis Darmansyah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah segera membentuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Tanjungpinang.

Karena menurut Lis, awal Januari 2017 tim tersebut sudah harus bekerja melakukan pengawasan.

Lis menjelaskan, pembentukan tim tersebut berdasarkan petunjuk dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Pihaknya telah menerima petunjuk pelaksanaan teknis pembentukan tim Saber Pungli tersebut.

"Tim ini sudah harus mulai bekerja melakukan pengawasan pada awal tahun 2017 mendatang. Karena kita baru mendapatkan petunjuk dari Mendagri. Jadi kita akan segera susun tim Saber Pungli ini," kata Lis, Sabtu (17/12/2016).

Menurut Lis, dalam petunjuk tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat akan menjadi ketua tim. Oleh karena itu sebelum pembentukan Pemko Tanjungpinang akan menggelar rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Tanjungpinang.

"Rencananya minggu depan kita akan melakukan rapat FKPD. Pada rapat itu nanti akan kita bahas pembentukan Tim Saber Pungli. Kita targetkan akhir Desember sudah terbentuk. Januari 2017 sudah jalan mengawasi pelayanan publik di Tanjungpinang," katanya.

Meskipun begitu, kata Lis, di bawah kepemimpinannya, Pemko Tanjungpinang sudah memperketat pengawasan internal terhadap pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

"Kita juga minta pengawasan eksternal. Pengawasan ini dilakukan oleh masyarakat. Kita minta partisipasi masyarakat. Kalau menemukan praktik pungli, kalau perlu langsung kabari ke nomor saya," katanya.

Menurutnya, pengawasan eksternal yang dilakukan masyarakat tersebut sangat penting dalam upaya menciptakan birokrasi bebas pungli. Dia juga meminta kepada masyarakat tidak justru mendorong terjadinya pungli dengan memberikan sejumlah uang ke petugas untuk memperlancar urusannya.

"Pungli inikan terjadi karena mengabaikan aturan, syarat tak lengkap tapi pingin cepet beres. Intinya jangan abaikan prosedur dalam pengurusan," tutupnya. (*) 

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved