Pesawat TNI Jatuh

BREAKINGNEWS: Pertanda? Inilah SMS Terakkhir Pelda Agung Sebelum Pesawat Hercules TNI AU Terjatuh

Inikah pertanda? Sebelum meninggal akibat pesawat jatuh, seorang korban sempat mengirim SMS ke istrinya sekaligus menjadi pesan terakhir. Ini isinya

BREAKINGNEWS: Pertanda? Inilah SMS Terakkhir Pelda Agung Sebelum Pesawat Hercules TNI AU Terjatuh
tribunnews batam/m ikhsan
Ilustrasi. Penyusunan peti jenazah korban kecelakaan Pesawat Hercules melihat peti jenazah setelah sampai di Lanud, Ranai, Natuna dari Medan, Sabtu (4/6/2015) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Musibah kecelakaan pesawat militer kembali terjadi. Kali ini, pesawat Hercules C-130 HS milik TNI AU jatuh di Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sekira pukul 06.50 WIT, Minggu (18/12).

Pesawat yang dipiloti Mayor Pnb Marlon Kawer itu dalam penerbangan dari Timika-Wamena tersebut membawa 13 personel TNI AU (termasuk pilot). Menurut jadwal seharusnya pesawat mendarat di bandara Wamena pukul 06.13.

Komandan Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Marsma TNI H RM Djoko Senoputro, langsung mengujungi rumah dua korban di perumahan Asrikaton Indah, Malang, untuk menyampaikan kabar duka itu. Dua rumah itu berada hampir berhadapan.

Rumah di Blok K1-19 merupakan tempat tinggal Peltu Suyata, sedang Blok K2-5 adalah tempat tinggal Pelda Agung Sugihantono. Djoko menemui kedua istri korban secara bergantian. Suasana pertemuan berlangsung haru.

Kedua istri korban sama-sama tidak bisa menahan tangis ketika menerima pemberitahuan resmi itu. Kepada keluarga korban, Djoko mengingatkan agar mereka kuat dan tabah.

Pelda Agung Sugihantono sempat mengirim pesan singkat kepada istrinya, Linda, sebelum terbang. Pesan itu berisi pemberitahuan, jika dia tak bisa dihubungi, berarti dirinya sudah terbang. Pesan itu sekaligus menjadi pesan terakhir yang disampaikan Agung kepada keluarga.

"Sempat SMS-an. Pesan itu disampaikan Sabtu (18/12)," ujar seorang tetangga korban yang juga anggota TNI AU. Sang istri sempat tak percaya ketika menerima kabar pertama mengenai musibah itu.

Sang istri lalu mencari informasi kepada para tetangga. Saat itu, tetangga belum ada yang berani memastikan karena belum ada informasi resmi dari Lanud Abdulrahman Saleh. Jadwal terbang Agung memang padat. Sebelum berangkat ke Papua, dia baru saja datang dari Sabang, Aceh.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja memastikan korban jiwa akibat kecelakaan pesawat Hercules di Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, 13 orang yang terdiri atas 12 kru dan satu penumpang.

"Satu penumpang terusan dari Abdurrahman Saleh bernama Kapt Rino dari Satuan Radar 242 Tanjung Warari, Biak juga menjadi korban," katanya, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved