Enam Rumah Warga di Karimun Retak-retak, Diduga akibat Aktivitas Blasting Granit

Enam rumah warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, dilaporkan mengalami retak-retak. Diduga akibat aktivitas blasting granit

Enam Rumah Warga di Karimun Retak-retak, Diduga akibat Aktivitas Blasting Granit
tribunbatam/rachta yahya
Marsayudin menunjukkan keretakan rumahnya di Karimun yang diduga akibat aktivitas blasting batu granit PT KDH 

BATAM.TRIBUNNEWS. COM, KARIMUN - Enam rumah warga di RT 02 RW 01, Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Karimun dilaporkan mengalami retak-retak.

Itu setelah PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH), sebuah perusahaan tambang batu granit melakukan aktivitas blasting (pecah batu menggunakan alat peledak).

Keenam rumah itu antara lain milik Marsayudin (51), Marsunardi, Rusli, Hj Marinah, Sujadi dan Agus.

Marsayudin, salah seorang korban ketika dihubungi Batam.Tribunnews.Com membenarkan kejadian itu. Bahkan ia mengaku sampai saat ini pihak perusahaan belum melakukan ganti rugi kepadanya.

"Iya, kejadiannya sekitar dua minggu lalu tapi sampai sekarang belum ada tindakan ganti rugi dari PT KDH," ujar Marsayudin, Rabu (21/12/2016).

Dikatakan Marsayudin, kekuatan blasting kali ini yang dilakukan pihak perusahaan terbilang kuat dibandingkan sebelumnya.

Ia merasakan getaran yang cukup kuat hingga beberapa dinding rumahnya mengalami keretakan.

"Tak lama, hanya kurang lebih lima menit getarannya tapi ya retak dibuatnya," katanya.

Info yang ia dengar korban lainnya sudah diberikan uang saguhati oleh perusahaan. Nilainya bervariasi, minimal Rp 300 ribu hingga maksimal Rp 800 ribu. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved