Defisit Karimun Tiadakan Acara Tahun Baru, Gantinya Bupati Keliling Karimun

Lantaran defisit, Pemkab Karimun meniadakan acara khusus tahun baruan. Gantinya Bupati janji keliling Karimun, pantau suasana Coastal Area

Defisit Karimun Tiadakan Acara Tahun Baru, Gantinya Bupati Keliling Karimun
tribunbatam/rachta yahya
Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Kapolres Karimun AKBP Armaini mengecek kesiapan pasukan saat apel pasukan operasi Lilin Seligi 2016 di Coastal Area, Kamis (22/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS. COM, KARIMUN-Pemerintah Kabupaten Karimun tidak akan menggelar acara khusus pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2016.

Hal itu dikarenakan Pemkab Karimun tengah melaksanakan penghematan setelah diterpa defisit anggaran sejak 2015 lalu.

"Pemkab tidak akan menggelar acara khusus pada malam pergantian tahun nanti. Kita lagi defisit anggaran," ujar KabagHumas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli, Senin (26/12/2016).

Meski begitu, Bupati Karimun Aunur Rafiq dikatakan Yosli diperkirakan akan tetap turun keliling memantau aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun.

Rafiq direncanakan akan singgah di titik keramaian masyarakat yang tengah merayakan malam pergantian tahun seperti di Coastal Area, kawasan wisata pantai Pongkar dan pantai Pelawan.

Pemkab Karimun sambung Yosli mempersilakan masyarakat yang ingin merayakan pergantian malam tahun baru.

Hanya saja, pihaknya meminta dirayakan sewajarnya dan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan. Bagi warga yang berkendara, dihimbau untuk tidak ugal-ugalan sebaliknya disiplin selama berada di jalan raya.

"Kita tentu tidak ingin mendengar ada warga kota yang keesokannya berakhir di rumah sakit karena mengalami kecelakaan pada malam tahun baru. Kalau begitu, lebih baik di rumah saja merayakan bersama keluarga," pesan Bupati Karimun disampaikan Yosli.

Sebelumnya, Kapolres Karimun AKBP Armaini juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan petasan dan mercon pada malam pergantian tahun demi menjaga kenyamanan warga.

Armaini bahkan segera mengeluarkan instruksi khusus kepada jajarannya untuk melakukan penertiban kepada pedagang yang menjual petasan dan mercon untuk malam tahun baru.

Sebaliknya Armaini mempersilakan warga menggunakan kembang api namun tetap mengedepankan keselamatan.

"Petasan dan mercon bising, orang mau nyaman dan tenang malah tidak nyaman. Apalagi kalau dibunyikan pas jam pergantian tahun, warga lain yang tidur, jadi terganggu. Kembang api boleh lah tapi tetap jaga keselamatan diri dan orang lain," himbau Armaini belum lama ini. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help