Maut di Bekas Galian Pasir Bintan

Korban Tenggelam Banyak Kawan, Irfan Dikenal Anak yang Baik. Teman Sekolah Sedih Kehilangan

Irfan, korban tenggelam di kolam bekas galian tambang pasir di Tembeling, dikenal sosok yang baik. Ini pengakuan teman sekolahnya

Korban Tenggelam Banyak Kawan, Irfan Dikenal Anak yang Baik. Teman Sekolah Sedih Kehilangan
tribunbatam/aminnudin
Korban tenggelam di kolam bekas galian tambang di Tembeling Tanjung, Minggu (25/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Irfan (16), korban tewas tenggelam di kolam bekas tambang pasir di Kampung Lakis Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan dikenal anak yang baik. Tak heran, dia memiliki banyak teman.

"Anaknya baik, banyak temannya. Banyak yang kehilangan, sedih setelah kepergiannya,"kata salah satu teman korban di sekolah, Senin (26/12/2016).

Dia nyaris tak percaya kalau Irfan telah tiada. Kaget mendengar kabar tersebut.

Sebelum Irfan ditemukan tenggelam dalam kondisi terbujur kaku pada jam 3 siang di kolam maut di Teluk Bintan, putra pasangan Nasruddin dan Israwati itu pada pukul 12.30, atau tiga jam sebelumnya sedang di rumah.

Temannya datang menjemputnya untuk bermain di kolam sisa sisa galian pasir. Berangkatlah mereka ramai ramai ke kolam. Mereka tidak berbarengan saat pergi. Ada sebagian yang sudah sampai duluan saat Irfan tiba di kolam bekas galian.

Di kolam, Irfan memutuskan melepas sepatu. Dia pun mengitari area kolam mencari tepian yang dangkal. Laporan para saksi ke polisi, saat Irfan memutuskan mandi di kolam, kawan lainnya belum ikutan.

Tak lama kemudian barulah sang kawan kawan memutuskan mandi mandi.
Berbeda dengan Irfan yang memilih area dangkal, kawannya langsung memutuskan nyebur di area dalam.

Entah karena ingin ikutan, Irfan pun memutuskan berenang di area dalam. Berdasarkan penuturan teman korban, Fitri, Radiah dan Nurul kepada polisi, saat Irfan berenang ke area dalam mendadak dia tenggelam. Mereka kaget.

Takut ada apa apa, Fitri langsung menuju ke arah korban untuk menolongnya. Namun upaya Fitri sia sia, tubuh korban tak ditemukan.

Satu persatu teman yang lain pun turun mencari Irfan ke kolam namun nihil. Sosok Irfan seperti menghilang begitu saja. Hampir sejam pencarian, tubuh Irfan tak ketemu.

Oleh Juanda, teman yang juga masih kerabat korban, memutuskan menghubungi orang tua Irfan. Mendapat pemberitahuan lewat hp, Nasrudin, sang ayah kaget. Bergegas dia dan istri ke lokasi. Dari mereka, polisi di Polsek Teluk Bintan mengetahui peristiwa tenggelam tersebut. bersama polisi, Nasruddin langsung ke TKP.

Malang tak dapat ditolak, pukul 15.00, tubuh Irfan berhasil ditemukan oleh dua warga lokal yang membantu pencarian. Saat diangkat, tubuhnya lemah, dan tidak sadarkan diri lagi. Sang anak sempat mendapatkan perawatan oleh petugas kesehatan puskesmas setempat. Namun sayang tak terselamatkan. Irfan dinyatakan telah pergi selama lamanya. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved