Kecelakaan Maut di Johor

Dua dari Tiga Bayi Kembar Tewas. Ayah dan Neneknya Juga Ikut Tewas

Satu keluarga yang terdiri dari seorang wanita serta putranya yang membawa serta dua anak kembarnya, tewas dalam bus ekspress PO Alisan tersebut.

Dua dari Tiga Bayi Kembar Tewas. Ayah dan Neneknya Juga Ikut Tewas
Berita Harian
Pemakaman empat orang saqtu keluarga, termasuk dua bayi kembar, korban kecelakaan bus di Johor, Malaysia. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JOHOR - Kecelakaan maut yang terjadi di Johor, Malaysia, sangat tragis.

Satu keluarga yang terdiri dari seorang wanita serta putranya yang membawa serta dua anak kembarnya, tewas dalam bus ekspress PO Alisan tersebut.

Tangis keluarga menimbulkan keharuan saat keempat jenazah itu dimakamkan dalam liang yang berdampingan di Tanah Perkuburan Islam Kampung Binjai, Kemaman, Johor, Berita Harian melaporkan.

Empat keluarga itu adalah Nazipah Chik (60), serta anaknya, Mohd Fadzil Jusoh (37). Dua dari tiga anak kembar Fadzil yang berusia satu tahun, Nur Farhana dan Muhammad Farhan, juga tewas dalam insiden tersebut.

Kecelakaan Bus
Bus ekspress Alisan naas di jalan tol Johor, Minggu (25/12/2016) dinihari. Sebanyak 14 penumpang tewas, 17 lainnya luka-luka.

Saat dibawa ke pemakaman, jenazah Mohd Fadzil dibawa bersama jenazah Muhammad Farhan dalam satu keranda, sedangkan jenazah Nazipah dibawa dalam satu keranda bersama cucunya, Nur Farhana.

Isteri Fadzil bernama Wan Suhana Wan Abdul Latif (33) serta seorang lagi anak kembarnya, Muhammad Farhimi, serta adik perempuan Fadzil bernama Nursyuhaidah (23) mengalami luka parah dan hingga saat ini masih dirawat intensif di rumah sakit.

Seorang putra Nazipah, Mohd Syukri Jusoh (33) tidak menyangka, mimpi ibunya meninggal menjadi kenyataan.

"Sehari sebelum kejadian saya bermimpi ibu meninggal dan tidak menyangka ibu benar-benar meninggalkan kami," katanya, Senin (26/12/2016).

Kecelakaan Bus

Syukri mengatakan, dia bermimpi menangis di sisi jenazah ibunya yang sudah dikafani. "Saya terkejut dan terbangun dari tidur, lalu menceritakan mimpi buruk saya itu pada istri saya, namun istri saya menganggap itu hanya mainan tidur," katanya.

Menurut Syukri, keluarganya hari itu baru saja pulang dari pesta perkawinan seorang anak angkat ibunya di Muar, Johor.

"Saya sebenarnya juga diajak oleh ibu, bahkan saya sudah mengajukan cuti ke kantor. Namun saya malas berangkat," katanya.

Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved