Ada Bungkusan Mencurigakan di Lobi, Penghuni Trump Tower New York Geger, Panik dan Berlarian Keluar

Orang-orang yang sedang berada di Trump Tower panik, sebab benda yang tergeletak di lobi sebuah gedung pencakar langit itu dikira berisi bom.

Ada Bungkusan Mencurigakan di Lobi, Penghuni Trump Tower New York Geger, Panik dan Berlarian Keluar
kompas.com
Trump Tower New York, Amerika Serikat. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK-  Sebuah paket mencurigakan menimbulkan kehebohan di Trump Tower, New York, Selasa (27/12/2016) sore, waktu setempat.

Orang-orang yang sedang berada di Trump Tower panik, sebab benda yang tergeletak di lobi sebuah gedung pencakar langit itu dikira berisi bom.

Sebuah video yang diunggah di Twitter oleh akun @cielo_celest memperlihatkan kepanikan pengunjung dan penghuni gedung yang digunakan sebagai perkantoran dan tempat tinggal tersebut.

Orang-orang berlarian menuju pintu keluar.

Sejumlah polisi terlihat berteriak memerintahkan pengunjung untuk meninggalkan gedung yang menjadi tempat tinggal presiden terpilih AS Donald Trump itu.

Donald Trump sendiri sedang berada di Florida saat peristiwa itu terjadi.

Salah seorang pengunjung Trump Tower, Andy Martin (16), mengaku ikut panik atas peristiwa yang baru dialaminya itu.

"Kami dievakuasi begitu cepat. Itu sebuah histeria," kata Martin.

"Polisi terus berteriak dan meminta orang-orang untuk keluar meninggalkan gedung," ucapnya.     

Namun, setelah beberapa waktu polisi memeriksa paket mencurigakan itu, keadaan pun dinyatakan aman.

Benda itu ternyata tas yang di dalamnya berisi mainan.

"Paket mencurigakan di Trump Tower telah diperiksa oleh NYPD Bomb Squad. Diketahui merupakan tas yang ditinggal dan aman," demikian keterangan polisi melalui akun Twitter.

Menurut Detektif Hubert Reyes dari Kepolisian New York, polisi masih melakukan investigasi atas ditemukannya paket mencurigakan itu.

Secret Service yang merupakan pasukan pengamanan presiden pun terlibat dalam penyelidikan. (kompas.com, Bayu Galih)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help