Selama 2016. Jajaran Kejaksaan di Kepri Kembalikan Kertugian Negara Rp 5,5 Triliun Lebih

Selama tahun 2016, jajaran kejaksaan di Provinsi Kepri berhasil mengembalikan kerugian negara Rp 5.585.282.285 dari sejumlah kasus korupsi

Selama 2016. Jajaran Kejaksaan di Kepri Kembalikan Kertugian Negara Rp 5,5 Triliun Lebih
tribunbatam/agoes soemarwah
Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka dan rombongan berdiskusi hangat saat kunjungan ke Tribun Batam, Rabu (9/11/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Selama tahun 2016, jajaran kejaksaan di Provinsi Kepri berhasil mengembalikan kerugian negara Rp 5.585.282.285 dari sejumlah kasus korupsi yang ditangani.

Sedangkan untuk kejaksaan Tinggi Kepri sendiri, kerugian negara yang berhasil dikembalikan Rp 863 juta lebih.

Hal itu diungkapkan olah Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) kejati Kepri Fery Tas di Kejati Kepri, Rabu (28/12/2016).

Ada tiga kasus korupsi yang ditangani Kejati Kepri, yakni pembelian Mess Anambas di Tanjungpinang, dana hibah dan bansos Pemko Batam untuk PS Batam dan TPQ. Tiga kasus yang menjerat delapan tersangka ini, sebagian sudah mengembalikan kerugian negara.

Namun Fery tidak merinci siapa saja yang terlah mengembalikan kerugian negara tersebut. Ia hanya memperkirakan bahwa akan ada tersangka yang akan mengembalikan kerugian negara.

Secara keseluruhan, kata Fery, ada 25 kasus yang diselidiki Kejati sepanjang 2016. Sejumlah kasus naik ke persidangan, tetapi ada juga yang dihentikan atau SP3.

"Sebanyak 18 masuk ke penyidikan dan 13 kasus saat ini masuk tahap penuntutan," ungkap Fery yang baru satu bulan menjabat Aspidsus di Kejati Kepri.

"Tahun depan, kita tetap targetkan pengungkapan kasus-kasus korupsi. Tahun ini sudah ada yang akan kita naikkan ke penyidikan di tingkat kabupaten/kota. Tapi saya belum bisa saya sampaikan," tambahnya.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved