Dewan Pers Mediasi Pertemuan Tribun Batam - PT Nadienne Batam Production

Imam juga menyatakan Tribun Batam telah memiliki itikad baik dengan segera melakukan koreksi berita setelah mengetahui ada kesalahan

Dewan Pers Mediasi Pertemuan Tribun Batam - PT Nadienne Batam Production
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
PT Nadienne Batam Production melalui kuasa hukum Marhaendra & Associates, Riezkhie Marhaendra, SH, SE, MM, MH, bersalaman dengan Pj Pemimpin Redaksi Harian Tribun Batam Dwie Sudarlan, dalam Forum Klarifikasi yang dimediasi Dewan Pers di Batam Kamis (29/12/2016). Tampak hadir dalam forum itu, Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers Imam Wahyudi (kanan) dan Wakil Ketua Komisi Pengaduan Hendry Ch Bangun (kedua dari kiri). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM – Menindaklanjuti pengaduan dari Indra Sudirman (PT Nadienne Batam Production) melalui kuasa hukum Marhaendra & Associates, Kamis (29/12/2016), Dewan Pers memediasi pertemuan antara pengadu dengan manajemen Tribun Batam.

Pengaduan itu terkait pemberitaan di batam.tribunnews.com berjudul “Pria Ini Menghilang Setelah 8 Sekolah di Bengkong Setor Uang Tiket Nobar Film” yang diunggah pada 23 Oktober 2016 lalu, pukul 19:12.

Menurut pengadu, berita tersebut tidak akurat karena tiket yang dijual bukan tiket untuk pemutaran film “Mimpi Anak Pulau” yang diproduksi oleh pengadu.

Kepada Dewan Pers dalam pertemuan yang berupa forum klarifikasi tersebut, Pj Pemimpin Redaksi Tribun Batam dan batam.tribunnews.com, Dwie Sudarlan mengatakan, penulisan judul pada film itu didasarkan pernyataan narasumber yakni Guru SD 01 Bengkong, Abdul Karim.

Dijelaskan pula, berita tersebut juga telah dicabut atas permintaan lewat telepon dari Sutradara film Mimpi Anak Pulau, Kiki Nuriswan.

Kemudian ditayangkan berita klarifikasi berjudul “Kiki Nuriswan: Film Mimpi Anak Pulau Hanya Diputar di Cinema 21 dan Blitz” pada hari itu juga, 23 Oktober 2016, pukul 22:07.

Pada 24 Oktober 2016, Produser Film Mimpi Anak Pulau dan rombongan datang pula ke kantor redaksi Tribunnews.com di Jakarta untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

Pascapertemuan itu, ditayangkan berita berjudul “Klarifikasi Produser Film Mimpi Anak Pulau Tentang Nobar di Batam” yang tayang pada hari itu pukul 12:51.

Menanggapi penjelasan itu, Dewan Pers menilai penayangan berita  “Pria Ini Menghilang Setelah 8 Sekolah di Bengkong Setor Uang Tiket Nobar Film” melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik karena tidak berimbang dan tidak melakukan uji informasi karena tidak disertai konfirmasi ke pengadu dan pihak yang dituduh menipu.

Mengenai pencabutan berita, Ketua Komisi Pengaduan Dewan Pers, Imam Wahyudi menyatakan, tidak sesuai dengan (angka 5a) Pedoman Pemberitaan Media Siber (Peraturan Dewan Pers No.1/2012).

“Pencabutan berita hanya dapat dilakukan terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.

Seharusnya dibuat berita ralat yang ditautkan dengan berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab (angka 4b),” kata Dia.

Imam juga menyatakan Tribun Batam telah memiliki itikad baik dengan segera melakukan koreksi berita setelah mengetahui ada kesalahan informasi yang diberikan oleh narasumber.

Akhirnya, dalam forum klarifikasi yang dimediasi Dewan Pers itu, kedua pihak yakni Indra Sudirman (PT Nadienne Batam Production) melalui kuasa hukum Marhaendra & Associates dan Tribun Batam menyepakati mengakhiri kasus tersebut dan menjalin komunikasi yang lebih baik.(*)

Penulis: dwie sudarlan
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved