Sejak Pakai Gas PGN, Rumah Makan Mie Taremba Batam Bisa Hemat Rp 188 Juta Setahun

Rumah makan ini sebelumnya menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk memasak dengan biaya Rp 25.200.000/bulan.

Sejak Pakai Gas PGN, Rumah Makan Mie Taremba Batam Bisa Hemat Rp 188 Juta Setahun
Batam Dine
RM Mie Tarempa Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- ‎PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) semakin agresif memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah.

Dalam bulan ini misalnya, PGN menambah pelanggan baru di sektor UKM hingga industri di 9 kota.

"Kita terus genjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, agar semakin banyak masyarakat, UKM, usaha komersial hingga industri menikmati gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan dari PGN," kata Vice President Corporate Communicarion PGN, Irwan, dalam rilis yang diterima Tribun Batam, Sabtu (31/12/2016).

Irwan mengungkapkan, dalam Desember ini PGN menyalurkan gas bumi ke pelanggan baru khususnya pelanggan industri di 9 kota.

Seperti di Area Batam PGN menambah pasokan gas bumi ke PT Accord Mandiri Batam, Hotel Best Western Premier Panbil Batam, PT Fastcoat hingga ke Rumah Makan Mie Tarempa.

Kemudian di Bekasi, bulan ini PGN memasok gas bumi ke PT Oceancash Felts, PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia, lalu di Pasuruan PGN memasok ke PT Tirta Sukses Perkasa ( Indofood Group ), di Jakarta ke Hotel Alila SCBD, di Medan ke PT Madani, Tangerang ke PT Indorack Multikreasi, dan Karawang ke PT Tenang Jaya Sejahtera.

"Ada 9 kota yang bulan ini kita perluas penyaluran gas bumi bagi pelanggan baru, mulai di Batam, Bekasi, Pasuruan, Bogor, Jakarta, Surabaya, Medan, Tangerang, Karawang," ucap Irwan.

Irwan menambahkan, energi baik gas bumi yang bersih dan lebih efisien dibanding bahan bakar lainnya membuat masyarakat makin berminat untuk beralih dan menjadi pelanggan PGN. Dengan beralih ke gas bumi, pelanggan dapat menghemat biaya.

Salah satu contoh pelanggan yang beralih ke gas bumi yakni Rumah Makan Mie Tarempa, di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Rumah makan ini sebelumnya menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk memasak setiap harinya.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved