Cemas Isu Perpecahan Kebangsaan. Ini yang Dilakukan Para Pemuda di Anambas

Deklarasi ini disampaikan di Taman Bermadah, di depan Kantor Bupati Anambas menjelang malam pergantian tahun Sabtu (31/12/2016) malam.

Cemas Isu Perpecahan Kebangsaan. Ini yang Dilakukan Para Pemuda di Anambas
Ketua DPD KNPI Kabupaten Kepulauan Anambas Hafiz Rhiandy bersama perwakilan organisasi kepemudaan membacakan deklarasi kebangsaan pemuda di Taman Bermadah Sabtu (31/12) malam kemarin. Foto dokumentasi KNPI Kabupaten Kepulauan Anambas. 

Laporan: Septyan Mulia Rohman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar deklarasi kebangsaan pemuda.

Deklarasi ini disampaikan di Taman Bermadah, di depan Kantor Bupati Anambas menjelang malam pergantian tahun Sabtu (31/12/2016) malam.

Deklarasi ini diikuti belasan perwakilan organisasi kepemudaan, disaksikan oleh unsur pimpinan kepala daerah dan instansi vertikal.

Isi deklarasi kebangsaan pemuda tersebut meliputi akan menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, dan mencegah tumbuh berkembangnya paham komunisme, terorisme, neoliberalisme, dan radikalisme di bumi Kepulauan Anambas.

Kemudian, berkomitmen menjaga toleransi antarsuku, agama, ras dan antargolongan, serta menjunjung tinggi semangat Bhineka Tunggal Ika.

Berkomitmen menjaga persatuan pemuda, dalam rangka percepatan pembangunan Kepulauan Anambas sebagai daerah perbatasan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mendukung dan mensukseskan pembangunan yang merata dan berkesinambungan, demi terwujudnya masyarakat kepulauan Anambas yang sejahtera.

Mendorong pemuda pemudi Kepulauan Anambas yang mandiri, inovatif, kreatif dan berakhlak mulia.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Kepulauan Anambas Hafiz Rhiandy mengatakan, deklarasi kebangsaan pemuda ini sengaja digelar untuk menangkal berbagai isu nasional yang dikhawatirkan bisa memecah-belah keutuhan bangsa.

"Sebelumnya memang sudah kami rencanakan. Ada kekahawatiran kami berbagai isu belakangan muncul ini berdampak ke daerah. Hal ini yang kami antisipasi, khususnya dari kalangan pemuda," ujarnya Minggu (1/1/2017).

Hafiz pun menilai, kebhinekaan di Anambas dan Kepri sudah tertata dan berjalan dengan baik. Hal ini yang perlu dijaga serta senantiasa dipupuk.

"Keberagaman dan rasa toleransi sudah terjalin dan bahkan menjadi kekuatan kita selama ini. Kita tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di daerah kita," katanya.

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved