Operasi Tangkap Tangan KPK

Harta yang Ada Sebenarnya Lebih dari Cukup, Kata Anak Bupati Klaten Saat Tahu Ibunya Ditangkap KPK

Istri Deddy Suwadi yang juga adik kandung Sri Hartini, tak henti-hentinya menangis saat kakaknya tersebut digiring petugas dari kantor KPK

Harta yang Ada Sebenarnya Lebih dari Cukup, Kata Anak Bupati Klaten Saat Tahu Ibunya Ditangkap KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang sebesar Rp2 miliar hasil operasi tangkap tangan (OTT) disaksikan Pimpinan KPK Laode M Syarif di kantor KPK, Jakarta, Sabtu (31/12/2016). TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Dalam kesempatan ini, Deddy membantah perempuan muda bernama Nita Puspitarini yang juga turut ditangkap dari rumah dinas adalah anak Sri Hartini.

Menurut Dia, perempuan tersebut adalah ajudan Sri Hartini.

Sri Hartini, lahir di Sukoharjo, 16 November 1961; umur 55 tahun, adalah Bupati Klaten petahana yang menjabat pada periode 2016–2021.

Sri Hartini dilantik bersama wakil bupati Klaten terpilih Sri Mulyani pada 17 Februari 2016, bersamaan dengan 17 kepala daerah terpilih olehGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.

Tim KPK mengamankan delapan orang dalam OTT di rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini dan di rumah Sukarno, Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat, 30 Desember 2016.

Sebanyak tujuh orang ditangkap di rumah dinas Bupati Klaten.

Bupati Klaten Sri Hartini keluar dari gedung KPK
Bupati Klaten Sri Hartini keluar dari gedung KPK memakai rompi tahanan usai diperiksa, Sabtu (31/12/2016). Sri Hartini ditahan KPK diduga terlibat kasus suap pengaturan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Dari rumah dinas itu, ditemukan barang bukti uang sebanyak Rp 2 miliar yang tersimpan dalam dua kardus besar serta 5.700 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp76,6 juta dan 2.035 Dolar Singapura atau setara Rp18,9 juta di dompet.

Sementara dari rumah Sukarno, selain mengamankan pemilik rumah, juga disita barang bukti uang sebanyak 80 juta.

Temuan uang sejumlah Rp2,1 miliar dari sang bupati diduga terkait perdagangan atau jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Klaten.

Uang tersebut tidak berasal dari satu orang dan bukan untuk suap satu jabatan.

Halaman
123
Editor: nandarson
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help